![]() |
| Aktivitas ziarah di makam Syekh Mojo |
WARTAJOGLO, Sragen - Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen menyimpan berbagai potensi lokal yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Salah satunya adalah Wisata Religi Makam Syekh Mojo di Dukuh Pindi.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta berupaya memperkenalkan keberadaan makam bersejarah itu melalui pemanfaatan media digital.
Melalui salah satu program kerja kelompok KKN Desa Mlale, mahasiswa menghadirkan video promosi Wisata Religi Makam Syekh Mojo sebagai sarana untuk mengenalkan potensi wisata religi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi lokal melalui teknologi digital.
Dengan kemasan visual yang menarik, informasi mengenai sejarah, nilai budaya, serta keberadaan Makam Syekh Mojo diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Makam Syekh Mojo di Dukuh Pindi selama ini menjadi salah satu tempat yang memiliki makna penting bagi masyarakat setempat.
Selain sebagai lokasi ziarah, makam tersebut juga menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas Desa Mlale.
Syekh Mojo sendiri disebut sebagai cikal bakal atau perintis Kampung Karetan / Pindi yang memiliki hubungan dengan Pangeran Diponegoro.
Dalam proses pembuatan video promosi, mahasiswa KKN UNISRI melakukan berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan informasi, dokumentasi lokasi, hingga menggali keterangan mengenai sejarah makam melalui juru kunci.
Informasi yang diperoleh kemudian diolah menjadi materi video yang menggambarkan potensi Wisata Religi Makam Syekh Mojo secara lebih menarik dan informatif.
“Harapannya, melalui media digital ini Makam Syekh Mojo bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya sebagai tempat ziarah, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah dan potensi wisata religi yang dimiliki Desa Mlale,” ujar mahasiswa KKN UNISRI pada Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurut mahasiswa, penggunaan media digital menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi.
Tidak hanya memperkenalkan destinasi wisata, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Mlale, pengelola Wisata Religi Makam Syekh Mojo, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan potensi wisata religi Desa Mlale.
Dengan adanya video promosi tersebut, mahasiswa KKN UNISRI berharap Makam Syekh Mojo dapat semakin dikenal dan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang memiliki daya tarik lebih luas.
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menjaga dan mengenalkan warisan sejarah serta budaya lokal kepada masyarakat di masa mendatang.
Kegiatan KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta di Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, berlangsung pada 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Angkat Potensi Sejarah Desa Mlale Sragen, KKN UNISRI Dorong Promosi Wisata Religi Makam Syekh Mojo https://t.co/NW4BAKh1ei
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 24, 2026
Program KKN ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengusung berbagai kegiatan.
Yang mana berfokus pada pemberdayaan desa, pengembangan potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dan media digital untuk mendukung kemajuan masyarakat desa. //

