![]() |
| GRSB Solo dan RTI menggelar talkshow bertajuk BEAT OF CONFIDENCE |
WARTAJOGLO, Solo — Musik tak sekadar menjadi hiburan. Di balik dentingan nada dan irama, musik ternyata menyimpan kekuatan besar untuk membantu tumbuh kembang anak, mulai dari melatih konsentrasi, kemampuan motorik, komunikasi, hingga membangun rasa percaya diri.
Hal itulah yang menjadi pesan utama dalam talkshow “BEAT OF CONFIDENCE: Musik Membangun Percaya Diri Anak Indonesia” yang digelar Minggu, 23 Agustus 2026 di Atrium Neo Solo Grand Mall.
Kegiatan yang digagas oleh Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) Solo bersama PT Rhythm Therapy Indonesia tersebut menghadirkan para narasumber yang kompeten.
Mereka adalah Maya Savitri, S.Psi., Psikolog, CHT, CASH (Psikolog, Praktisi Self Healing, Praktisi Hypnotherapy) serta dr. Primadiati Nickyta Sari, Sp.A (Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang).
Direktur Utama PT Rhythm Therapy Indonesia sekaligus Branch Manager GRSB Solo, Djoko Santoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Terutama para orang tua, mengenai pentingnya stimulasi musik bagi perkembangan anak yang memiliki kebutuhan khusus.
“Ini acara dari GRSB dan Rhythm Therapy Indonesia. Kami selalu mengadakan setiap tiga bulan sekali. Sebelum anak-anak tampil perform, kami mengadakan talkshow yang membahas manfaat terapi musik untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Djoko.
Menurutnya, BEAT OF CONFIDENCE merupakan penyelenggaraan edisi ketiga dari rangkaian edukasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Pada dua kegiatan sebelumnya, GRSB dan Rhythm Therapy Indonesia juga mengangkat tema seputar tumbuh kembang anak.
“Kegiatan pertama tentang deteksi dini gangguan perkembangan anak (autis) bersama Ibu Maria Herlina Limyati dan Ibu Astrid Widayani. Kemudian yang kedua membahas musik sebagai stimulasi anak berkebutuhan khusus bersama Ibu Vennesa Winastesia dan Bapak Hasto Daryanto,” jelasnya.
Atas konsistensi tersebut, program ini juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta melalui penghargaan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak pada momentum Hari Anak Nasional.
Djoko menjelaskan, perkembangan anak di era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Penggunaan gadget yang berlebihan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, konsentrasi, motorik, hingga rasa percaya diri anak.
Namun, menurutnya, anak-anak yang mengalami hambatan perkembangan bukan berarti memiliki kekurangan.
Sebaliknya, mereka memiliki potensi dan kelebihan yang perlu ditemukan serta dikembangkan dengan pendekatan yang tepat.
“Anak-anak itu bukan kekurangan, tetapi kita yang belum mengetahui kelebihan mereka. Anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya memiliki kemampuan yang harus kita cari,” ungkapnya.
Melalui Rhythm Therapy Indonesia, GRSB mencoba menghadirkan pendekatan terapi menggunakan musik yang menggabungkan berbagai aspek stimulasi perkembangan anak.
Terapi tersebut dimulai dengan penggunaan alat musik drum untuk melatih kemampuan motorik kasar.
Dalam permainan drum, anak dilatih menggerakkan tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, dan kaki kiri secara terkoordinasi.
Setelah kemampuan motorik kasar berkembang, anak kemudian diarahkan menggunakan alat musik lain seperti piano, bass, gitar, hingga biola untuk melatih kemampuan motorik yang lebih halus.
“Drum itu untuk okupasi kasar dulu karena semua anggota tubuh bergerak. Setelah terarah, baru masuk ke piano, gitar, sampai biola karena tingkat koordinasinya semakin halus,” jelas Djoko.
Selain motorik, terapi musik juga membantu kemampuan komunikasi anak. Saat bermain musik, anak diajak bernyanyi dan mengikuti irama.
Tidak harus memiliki suara yang bagus, namun anak belajar mengeluarkan suara, mengatur intonasi, dan berkomunikasi.
“Tidak harus merdu, yang penting anak berani mengeluarkan suara dan mengikuti intonasi. Itu sudah masuk dalam terapi wicara,” katanya.
Musik juga melatih konsentrasi karena anak harus memahami instruksi dan membedakan setiap suara maupun gerakan saat bermain alat musik.
“Ketika anak harus membedakan pukulan tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, atau kaki kiri, itu melatih konsentrasi mereka,” tambahnya.
Djoko menambahkan, salah satu manfaat penting dari terapi musik adalah membangun keberanian anak untuk tampil di depan orang lain.
Melalui pertunjukan musik, anak belajar percaya diri menunjukkan kemampuannya. Tidak hanya anak, orang tua juga mendapatkan pengalaman untuk memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan buah hatinya.
“Ketika anak tampil, itu menjadi terapi keberanian. Bukan hanya keberanian anak, tetapi juga orang tua untuk melihat bahwa anak mereka memiliki kemampuan,” ujarnya.
Dalam menjalankan program tersebut, Rhythm Therapy Indonesia juga memiliki instruktur khusus yang telah mendapatkan sertifikasi.
Bahkan, pihaknya menyediakan instruktur perempuan untuk menangani anak perempuan guna memberikan kenyamanan dan menjaga aspek pendampingan sesuai kebutuhan anak.
Untuk anak berkebutuhan khusus, GRSB juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti rumah sakit, dokter anak, dokter rehabilitasi medik, maupun psikolog yang memberikan rujukan terapi musik.
"BEAT OF CONFIDENCE", Upaya Mengembangkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus Lewat Musik https://t.co/H5xYz4ngq1
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 24, 2026
Djoko berharap kegiatan BEAT OF CONFIDENCE tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi menjadi gerakan edukasi yang semakin membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya terapi musik.
“Kami ingin terus mengedukasi orang tua. Setiap tiga bulan kami akan mengangkat tema berbeda agar semakin banyak masyarakat memahami manfaat terapi musik,” pungkasnya. //Bang
