![]() |
| Kepala KPwBI Tegal meninjau salah satu booth dari batik Pekalongan di KKI 2026 |
WARTAJOGLO, Jakarta — Kain tradisional dari kawasan eks-Karesidenan Pekalongan kembali membuktikan daya pesonanya di panggung nasional.
Membawa kekayaan budaya pesisir Pantura, sembilan UMKM wastra binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal mencatat torehan luar biasa, dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Torehan ini ditunjukkan dengan membukukan transaksi mencapai Rp1,188 miliar pada hari pertama penyelenggaraan, dan mencapai Rp2.023 di hari kedua.
Capaian tersebut diraih dari 249 transaksi pada Kamis 20 Agustus 2026, sejak KKI 2026 resmi dibuka di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa wastra daerah tidak hanya memiliki nilai budaya tinggi, tetapi juga mampu menjawab selera pasar modern dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang menuju pasar yang lebih luas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyampaikan bahwa produk UMKM binaan KPwBI Tegal mendapatkan sambutan positif dari masyarakat selama pelaksanaan KKI 2026.
“Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap wastra daerah sekaligus memperlihatkan potensi UMKM eks-Karesidenan Pekalongan untuk terus naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Bimala.
KKI 2026 sendiri mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.
Ajang yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, UMKM wastra binaan KPwBI Tegal tampil membawa karakter khas wilayah eks-Karesidenan Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan batik Indonesia.
Setiap karya yang ditampilkan tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang budaya, sejarah, inovasi, dan kearifan lokal.
Rumah Batik Cahyo misalnya, menghadirkan batik dengan perpaduan motif klasik Pekalongan yang dipengaruhi budaya Tionghoa dan Arab.
Perpaduan tersebut mencerminkan wajah Pekalongan sebagai kota pesisir yang sejak lama menjadi ruang pertemuan berbagai budaya.
Sementara itu, Batik Dudung menghadirkan karya dari maestro batik Indonesia yang dikenal melalui inovasi motif kontemporer seperti Parang Indonesia Raya.
Tidak hanya menghasilkan karya kreatif, Batik Dudung juga memiliki jejak penting dalam pengembangan batik pewarna alami sejak tahun 1990 serta turut berperan dalam pengusulan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2009.
Inovasi wastra juga terlihat dari Zuki Batik Tenun yang memadukan batik tulis dengan tenun sulam bertekstur timbul berbasis Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Perpaduan teknik tersebut menghasilkan karya yang memiliki karakter unik dan bernilai tinggi.
Kemudian, Indigo Makers membawa pendekatan berbeda melalui batik berbasis 100 persen pewarna alami indigo.
Konsep ramah lingkungan yang dikembangkan menjadi salah satu bentuk inovasi dalam menjaga keberlanjutan industri batik.
Sementara Perada Batik menunjukkan bagaimana batik tradisional dapat bertransformasi melalui perpaduan motif klasik dan desain modern.
Dalam proses produksinya, Perada Batik juga melibatkan sekitar 350–400 perajin lokal.
Tidak kalah menarik, Batik Rifaiyah Batang hadir membawa identitas budaya yang kuat. Dengan teknik batik tulis tradisional dan motif yang sarat nilai spiritual, batik ini menjadi representasi warisan budaya masyarakat Batang.
Pada 2025, Batik Rifaiyah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Keberhasilan UMKM wastra eks-Karesidenan Pekalongan di KKI 2026 menjadi gambaran bahwa produk kreatif daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Melalui pendampingan, peningkatan kualitas produk, penguatan akses pasar, dan dukungan ekosistem yang berkelanjutan, UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang semakin profesional.
Hadirkan Kekhasan Budaya Pantura, Wastra Pekalongan Curi Perhatian di KKI 2026 https://t.co/eKY5NKwr1Y
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 22, 2026
KKI 2026 menghadirkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring.
Berbagai kegiatan seperti business matching, talkshow ekonomi-keuangan inklusif, showcase UMKM unggulan, hingga pagelaran karya kreatif menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jejaring dan membuka peluang baru. //Sik
