![]() |
| Nasi timbel Mang Uha menghadirkan cita rasa khas perpaduan Sunda Jawa |
WARTAJOGLO, Solo - Nasi timbel selama ini lekat dengan kuliner khas Sunda. Sajian sederhana berupa nasi yang dibungkus daun pisang, dilengkapi lauk, lalapan dan sambal.
Namun, Nasi Timbel Mang Uha di Solo Baru menawarkan sesuatu yang berbeda.
Bukan sekadar nasi timbel biasa, sajian ini memadukan tradisi kuliner Sunda dengan sentuhan nasi liwet yang menjadi ciri khasnya.
Keistimewaan itu langsung terasa sejak nasi dibuka dari bungkus daun pisangnya.
Nasi liwet yang pulen berpadu dengan aroma khas daun pisang, menciptakan sensasi tersendiri sebelum pelanggan menyantap lauk dan pelengkapnya.
“Kalau nasi timbel biasanya nasi putih dibungkus daun pisang. Di sini kita aplikasikan atau tambah variasi menggunakan nasi liwet,” ujar Roni, saudara Mang Uha.
Dalam satu paket, nasi liwet tersebut tidak hadir sendirian. Ada lauk, lalapan, sambal cibuk serta sayur asam yang melengkapi sajian.
Konsep tersebut membuat pelanggan tidak perlu lagi memesan lauk dan pelengkap secara terpisah.
Mulai Rp25.000, sudah tersedia satu paket nasi timbel dengan ayam goreng ketumbar, nasi, lalapan, sambal dan sayur asam. Harga tersebut belum termasuk minuman.
Di balik keistimewaannya, Nasi Timbel Mang Uha juga menyimpan cerita panjang.
Cita rasa nasi timbel tersebut berawal dari masa kecil Mang Uha di Sukabumi, Jawa Barat. Sejak kecil, ia terbiasa membantu ibunya menyiapkan bekal untuk kedua orang tuanya yang bekerja di ladang.
Setiap pagi, nasi hangat dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dilengkapi lauk sederhana, lalapan dan sambal sebelum dibawa ke ladang.
Kebiasaan itu akhirnya menjadi bagian dari perjalanan hidup Mang Uha sekaligus memperkenalkannya pada kuliner khas Sunda.
Dari sinilah resep nasi timbel yang kini disajikan di Solo Baru berasal.
“Awalnya Mang Uha hanya membantu orang tuanya membuat nasi timbel untuk bekal makan di ladang. Jadi resepnya turun-temurun,” kata Roni.
Meski mempertahankan akar tradisional tersebut, Mang Uha tidak sekadar menyalin nasi timbel seperti yang dikenal di tanah Sunda. Ia melakukan penyesuaian agar sajian tersebut lebih menarik bagi masyarakat Solo.
Salah satunya melalui penggunaan nasi liwet.
Keistimewaan lain Nasi Timbel Mang Uha terdapat pada pilihan lauknya.
Ayam goreng ketumbar menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati. Cita rasa gurih dengan aroma ketumbar membuatnya cocok dipadukan dengan nasi liwet dan sambal.
Ada pula ayam bakar, nila goreng, nila bakar dan bebek goreng.
Bagi yang ingin merasakan cita rasa Sunda yang lebih kuat, tersedia empal dan ikan jambal. Khusus ikan jambal, menu tersebut menjadi salah satu pilihan yang cukup khas karena identik dengan cita rasa kuliner Sunda.
Sementara sambal cibiuk memberikan sentuhan pedas yang menjadi pelengkap penting dalam satu paket nasi timbel...
Bagi Roni, kekuatan Nasi Timbel Mang Uha justru terletak pada kemampuannya menjaga tradisi sembari beradaptasi dengan selera masa kini.
Nasi tetap dibungkus daun pisang. Resepnya tetap berasal dari tradisi keluarga. Namun, nasi putih yang lazim digunakan dalam nasi timbel diganti dengan nasi liwet.
Hasilnya adalah perpaduan antara aroma tradisional Sunda dengan karakter nasi liwet yang lebih familiar bagi lidah masyarakat Solo.
Kehadiran konsep tersebut ternyata mendapat respons positif.
Sejak membuka usaha di Solo Baru, Nasi Timbel Mang Uha mulai mendapatkan pelanggan tetap. Pesanan nasi kotak juga mulai berdatangan.
“Alhamdulillah, awal-awal sampai sekarang antusiasnya sangat tinggi dan diterima warga Solo,” tutur Roni.
Bagi Mang Uha, keberadaan rumah makan ini sekaligus menjadi babak baru setelah usaha nasi timbel yang pernah dirintisnya di Jakarta pada 2009 harus berhenti karena persoalan kerja sama.
Kini, resep yang dahulu menjadi bekal orang tua bekerja di ladang kembali dihidupkan di Solo Baru.
Nasi Timbel Mang Uha, Padukan Nasi Liwet dengan Citarasa Khas Sunda https://t.co/fCFXZoHuW1
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 20, 2026
Bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai cerita tentang keluarga, tradisi dan perjuangan untuk mempertahankan cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nasi Timbel Mang Uha buka mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB, berlokasi sekitar 400 meter sebelah timur Patung Pandawa, Solo Baru. //Kls
