![]() |
| Habib Syech berpesan untuk selalu menjaga gari |
WARTAJOGLO, Karanganyar - Pesan tentang menjaga hati dan menebarkan kebaikan menjadi inti tausiyah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam acara UNSA Bershalawat, yang digelar di Kampus Universitas Surakarta (UNSA), Kamis 6 Agustus 2026.
Mengusung tema “Sinergi Membangun Peradaban di Era Digital Berbasis Kecintaan kepada Rasulullah SAW”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi UNSA untuk memperkuat nilai spiritual, karakter, dan kebersamaan antara sivitas akademika, mahasiswa, calon mahasiswa, serta masyarakat Solo raya.
Acara ini digagas di bawah kepemimpinan Dr. Roch Mulyani, S.E., M.M. selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta dan Dr. Arya Surendra, S.E., M.M. selaku Rektor Universitas Surakarta.
Hadir pula Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang turut bershalawat bersama jamaah di atas panggung.
Dalam suasana khitmad, ribuan jamaah mengikuti lantunan shalawat bersama Habib Syech. Namun lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, UNSA Bershalawat menjadi ruang refleksi tentang bagaimana manusia menghadapi tantangan zaman, khususnya di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Dalam tausiyahnya, Habib Syech mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperbanyak ibadah secara lahiriah, tetapi juga memperhatikan kondisi hati.
Ia menyampaikan bahwa salah satu kunci keselamatan manusia adalah memiliki qolbun salim, yakni hati yang bersih dan terbebas dari penyakit hati seperti iri, dengki, hasud, kesombongan, serta kebencian.
“Yang membuat kita masuk surga adalah kebersihan hati kita. Bukan hanya banyaknya sholat. Sholat wajib tetap wajib, puasa juga wajib, tetapi kalau hati masih kotor, suka mencaci, suka menyalahkan orang lain, merasa diri paling benar, maka harus berhati-hati,” pesan Habib Syech.
Menurutnya, perbedaan dalam kehidupan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting adalah bagaimana manusia tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling merendahkan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menghakimi orang lain.
“Orang yang baik itu selalu mendoakan siapa saja. Bukan yang meneraka-nerakakan orang lain. Menjelek-jelekkan orang belum tentu dia lebih baik,” tuturnya.
Selain tentang pentingnya menjaga hati, Habib Syech juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia mengingatkan para mahasiswa dan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyebarkan manfaat, bukan sebagai alat untuk menyebarkan kebencian maupun informasi yang merugikan.
“Media sosial ini bisa menjadi yang terbaik buat Anda dan bisa menjadi yang terjelek buat Anda,” ujarnya.
Menurutnya, telepon genggam yang dimiliki setiap orang dapat membawa dampak berbeda tergantung bagaimana cara menggunakannya.
Jika digunakan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, dan hal-hal yang menyakitkan, maka teknologi tersebut akan membawa dampak buruk.
Sebaliknya, jika digunakan untuk berbagi kebaikan, mendoakan sesama, dan menyampaikan pesan positif, maka teknologi dapat menjadi sarana dakwah.
“Kalau HP digunakan untuk menebar berita yang menyakitkan, berarti HP itu seperti Firaun. Tetapi kalau digunakan untuk menebar kebaikan, maka HP itu seperti Nabi Musa yang mengajak kepada kebenaran,” katanya.
Pesan Menyentuh Habib Syech di UNSA Bershalawat: Bersihkan Hati untuk Membangun Negeri https://t.co/MtQroAjsJv
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 6, 2026
Rektor Universitas Surakarta, Dr. Arya Surendra, mengatakan UNSA Bershalawat merupakan wujud komitmen kampus dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter kuat.
“Kegiatan UNSA Bershalawat ini adalah wujud nyata dalam membangun karakter mahasiswa yang berakhlak mulia di tengah gempuran teknologi digital, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat Soloraya,” ujar Arya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, persaudaraan, dan kebersamaan seluruh keluarga besar UNSA. //Sik
