TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Azana Hospitality Jadi Satu-satunya Operator Hotel Peraih Jamsostek Star Bintang Lima 2026

Azana Hospitaliti menerima penghargaan dari Menteri Pariwisata

WARTAJOGLO, Solo – Azana Hospitality diganjar Jamsostek Star Bintang Lima 2026, sebuah penghargaan yang diberikan sebagai apresiasi atas kepedulian perusahaan terhadap perlindungan pekerja disabilitas dan pekerja rentan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda yang berlangsung di Graha Wisata Niaga, Surakarta, Jumat 4 September 2026.

Yang membuat capaian ini semakin istimewa, secara nasional penghargaan Jamsostek Star Bintang Lima 2026 hanya diberikan kepada dua perusahaan. 

Azana Hospitality menjadi satu-satunya operator hotel di Indonesia yang menerima penghargaan tersebut.

Tak sekadar menerima penghargaan, Azana Hospitality dalam kesempatan itu juga menegaskan komitmennya memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.000 pekerja disabilitas dan pekerja rentan di Kota Surakarta.

Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu pekerja disabilitas.

Agenda itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saeful Hidayat, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Boyolali Agus Irawan, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Purbalingga.

Bagi Azana Hospitality, perlindungan ketenagakerjaan tidak berhenti pada kepemilikan kartu kepesertaan.

Ada persoalan yang jauh lebih besar di baliknya, yakni bagaimana memastikan seorang pekerja tetap memiliki jaring pengaman ketika risiko kecelakaan kerja maupun kehilangan kemampuan bekerja terjadi.

“Bagi Azana Hospitality, perlindungan ini bukan sekadar tentang kepesertaan. Di balik setiap pekerja ada keluarga yang juga perlu dijaga. Kami ingin pekerja dapat bekerja dengan rasa aman, dan ketika risiko terjadi, mereka maupun keluarganya tetap memiliki perlindungan,” ujar Vice Director of Operations Azana Hospitality, Ardi Malik.

Perlindungan tersebut menjadi semakin penting bagi pekerja disabilitas dan pekerja rentan. 

Sebab, ketika seorang pencari nafkah mengalami kecelakaan kerja atau kehilangan kemampuan untuk bekerja, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pekerja bersangkutan, tetapi juga dapat merembet ke kondisi ekonomi keluarganya.

Melalui BPJS Ketenagakerjaan, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh perlindungan berupa perawatan dan pengobatan sesuai ketentuan hingga memungkinkan untuk kembali bekerja.

Sementara ketika seorang pekerja meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan juga mendapatkan manfaat dan santunan. 

Perlindungan semacam itu menjadi salah satu bantalan agar keluarga tidak langsung jatuh ke dalam kerentanan ekonomi.

Komitmen perlindungan terhadap 1.000 pekerja tersebut juga dipandang Azana sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan, khususnya di Kota Surakarta.

Sebab, persoalan kemiskinan tidak selalu berawal dari rendahnya pendapatan. Hilangnya sumber penghasilan akibat kecelakaan kerja, sakit akibat pekerjaan, maupun meninggalnya pencari nafkah juga dapat membuat sebuah keluarga tiba-tiba kehilangan pijakan ekonomi.

Karena itu, jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki posisi strategis sebagai langkah preventif.

Ketika risiko terjadi, pekerja dan keluarganya tidak sepenuhnya harus menanggung beban tersebut seorang diri.

Di titik inilah keterlibatan dunia usaha menjadi penting. Perlindungan pekerja tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun BPJS Ketenagakerjaan, tetapi membutuhkan keterlibatan perusahaan dan masyarakat.

Azana Hospitality memilih mengambil bagian melalui perlindungan bagi pekerja disabilitas dan pekerja rentan.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak semata-mata diukur dari seberapa besar bisnis yang dibangun, tetapi juga dari seberapa jauh keberadaan perusahaan memberikan dampak bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan masyarakat, Azana Hospitality berharap semakin banyak pekerja dapat memperoleh perlindungan yang layak sekaligus memiliki rasa aman dalam bekerja dan menjalani kehidupan,” demikian komitmen perusahaan.

Dengan mengelola lebih dari 90 hotel di lebih dari 30 kota di Indonesia, Azana Hospitality sendiri merupakan salah satu perusahaan manajemen hotel Indonesia yang terus membawa konsep hospitality yang tidak hanya hangat dan berkualitas, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. //Kls

Type above and press Enter to search.