![]() |
| Warga mengangkat tubuh Irwan rame-rame usai terpilih sebagai ketua RT |
WARTAJOGLO, Boyolali - Pesta demokrasi tak hanya identik dengan pemilihan presiden ataupun anggota legislatif.
Sebab pesta demokrasi juga bisa digelar di sebuah kampung dengan suasana yang lebih sederhana.
Hal itu terlihat dalam acara pemilihan Ketua RT di Di Dukuh Tanduk RT 03/RW 01, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Minggu 30 Agustus 2026.
Pemilihan ketua RT itu pun dikemas layaknya sebuah pesta demokrasi. Bertempat di kediaman Yusuf Riyadi, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan Jalan Sehat Kemandirian yang diikuti warga.
Suasana semakin semarak dengan adanya Bazar UMKM warga, panggung hiburan organ tunggal, hingga pembagian doorprize dengan total hadiah mencapai Rp3,5 juta.
Namun di balik kemeriahan tersebut, proses pemilihan berlangsung serius. Sebanyak 101 warga yang memiliki hak pilih mendapatkan kesempatan menentukan pemimpin lingkungannya secara langsung.
Panitia menyiapkan bilik suara tertutup, kotak suara transparan, serta tinta penanda. Seluruh proses pemungutan hingga penghitungan suara dilakukan secara terbuka di hadapan warga dan saksi.
Sembilan kandidat yang seluruhnya berada pada usia produktif ikut berkompetisi menawarkan gagasan terbaik mereka.
Mereka adalah Irwan Anggit Budiyanto, Ahmad Subari, Amiudin Aziz, Agung Nugroho, Rama Dani Syahputra, Dwi Pramono, Nursoleh, Samsuddin, dan Sarma.
Dari proses tersebut, nama Irwan Anggit Budiyanto akhirnya muncul sebagai pilihan warga.
Terpilihnya pemuda 27 tahun itu menjadi catatan tersendiri bagi warga Tanduk. Sebab, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan di tingkat lingkungan tidak selalu harus identik dengan usia tua.
Anak muda pun dinilai memiliki ruang dan kesempatan untuk mengambil peran dalam mengurus kehidupan masyarakat.
Bagi Irwan, amanah tersebut bukan sekadar jabatan. Ia ingin menjadikan RT sebagai ruang bersama untuk menjaga kerukunan dan menyelesaikan persoalan warga secara gotong royong.
“Semoga RT 03 semakin guyub dan rukun. Ke depan kami akan selalu menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan RT 03,” ujarnya.
Ia menyadari, menjadi ketua RT berarti harus siap mendengarkan berbagai persoalan warga. Karena itu, sebelum menjalankan berbagai program, dirinya ingin lebih dahulu menata komunikasi dan membangun kenyamanan bersama.
“Kalau ada masalah, diselesaikan bareng-bareng, dihadapi bareng-bareng seluruh warga RT 03,” katanya.
Salah satu perhatian yang ingin didorong adalah persoalan lingkungan. Kegiatan kerja bakti akan kembali digiatkan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, sekaligus membangun interaksi antarwarga.
Percaya pada Pemimpin Muda, Warga Dukuh Tanduk Boyolali Pilih Irwan Anggit sebagai Ketua RT https://t.co/RqeUeJQWZV
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 30, 2026
Bagi Irwan, lingkungan yang bersih bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan suasana kampung yang nyaman dan guyub.
Irwan pun tidak ingin kepemimpinannya berjalan sendiri. Justru keterlibatan seluruh warga akan menjadi modal utama untuk menjalankan amanah selama tiga tahun ke depan. //Sik
