![]() |
| PT KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan sosialisasi tentang keselamatan perjalanan kereta api di beberapa sekolah dasar |
WARTAJOGLO, Yogyakarta — Jalur kereta api bukan tempat bermain. Pesan sederhana itu terus digaungkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan sejak usia dini.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api di sejumlah sekolah. Pada Kamis 20 Agustus 2026, edukasi digelar di SD Negeri Hargorejo dan SMP Muhammadiyah 1 Wates.
Sehari berikutnya, Jumat 21 Agustus 2026, kegiatan berlanjut di SD Negeri 1 Jetis, SD Negeri Petoran, dan SD Kabangan Surakarta.
Kegiatan tersebut melibatkan tim Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) wilayah Yogyakarta dan Surakarta.
Para kepala sekolah, guru, dan siswa turut mengikuti sosialisasi yang membahas berbagai aspek keamanan dan keselamatan di sekitar jalur maupun dalam perjalanan kereta api.
Para siswa secara khusus diberikan pemahaman mengenai bahaya bermain atau melakukan aktivitas di sekitar jalur kereta api. Mereka juga diajak untuk mematuhi ketentuan keselamatan dan ikut menyebarkan pesan keselamatan kepada keluarga maupun lingkungan di sekitarnya.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan edukasi keselamatan kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.
“Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan edukasi ke berbagai lingkungan, termasuk sekolah dasar,” ujar Feni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8).
Menurut Feni, anak-anak perlu memahami sejak dini bahwa jalur kereta api merupakan kawasan yang harus dijaga dan bukan tempat untuk bermain maupun melakukan aktivitas lainnya.
“Anak-anak adalah generasi penerus sekaligus bagian penting dalam membangun budaya keselamatan,” katanya.
Sosialisasi yang dilakukan KAI tidak berhenti pada pemahaman pribadi para siswa. Lebih jauh, mereka diharapkan mampu menjadi penyampai pesan keselamatan di lingkungan masing-masing.
Feni berharap pesan yang diterima para siswa dapat diteruskan kepada orang tua, saudara, maupun teman-temannya.
“Kami berharap pesan yang disampaikan hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada orang tua, saudara, maupun teman-temannya. Dengan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman dan selamat,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada petugas. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur kereta api juga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang aman.
Karena itu, Daop 6 terus mengajak masyarakat untuk tidak bermain maupun melakukan aktivitas di jalur kereta api, tidak meletakkan benda di atas jalur, serta senantiasa mematuhi rambu dan aturan keselamatan yang berlaku.
Tidak hanya membawa pesan keselamatan, kunjungan KAI Daop 6 ke sekolah-sekolah tersebut juga diisi dengan kepedulian sosial.
Daop 6 Yogyakarta menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masing-masing sekolah berupa satu buah speaker aktif.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, baik untuk kegiatan pembelajaran maupun berbagai aktivitas sekolah lainnya.
Feni mengatakan program TJSL merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami berharap bantuan TJSL ini dapat memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah yang kami datangi untuk mendukung berbagai aktivitas pendidikan di sekolah,” jelasnya.
Rel Bukan Tempat Bermain! KAI Daop 6 Edukasi Siswa Soal Bahaya Jalur Kereta Api https://t.co/pXAgxQFtVn
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 22, 2026
Selain memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan, program tersebut juga diharapkan semakin memperkuat hubungan antara KAI dan lingkungan pendidikan.
“Kami juga berharap hubungan baik antara KAI dengan lingkungan pendidikan dapat terus terjalin, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” imbuh Feni. //Bang
