TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Mantapkan Langkah Mewujudkan Internasionalisasi, Sederet Prestasi Warnai Wisuda UTP Surakarta

Muhammad Altab (berdiri dua dari kiri) bersama Rektor dan para wakil rektor, serta para calon wisudawan berprestasi lain. 

WARTAJOGLO, Solo – Muhammad Altab menjadi satu dari 398 wisudawan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, yang akan menjalani proses wisuda pada Kamis 17 September 2026. 

Namun, ada capaian akademik yang membuat perjalanan mahasiswa tersebut terasa berbeda. Skripsinya berhasil dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan dipublikasikan pada jurnal Sinta 2.

"Saya meneliti volume ekspor kopi Jawa Tengah ke enam negara tujuan. Penelitian ini saya beri judul Macroeconomic and Production Determinants of Coffee Export Volume from Central Java: Evidence from Bilateral Panel Data," jelasnya saat ditemui media di sela-sela acara gladi resik wisuda pada Rabu 16 September 2026.

Prosesnya tidak sederhana. Ia harus mengumpulkan data BPS periode 2004–2023 secara satu per satu berdasarkan negara tujuan, serta menggunakan data World Bank, Bank Indonesia, dan International Coffee Organization. 

Altab juga harus belajar menggunakan aplikasi E-Views dari awal karena sebelumnya lebih banyak mendapatkan pembelajaran pengolahan data menggunakan SPSS.

Didampingi Ir. Mahananto, M.P. dan Agung Prasetyo, S.P., M.P., penelitian yang dikerjakan selama sekitar satu tahun itu akhirnya berhasil dipublikasikan di jurnal Sinta 2.

Capaian Altab menjadi salah satu gambaran arah yang tengah dibangun UTP. Memasuki usia ke-46, kampus tersebut ingin mendorong internasionalisasi bukan sekadar melalui kerja sama luar negeri, tetapi juga lewat kualitas karya akademik dan prestasi sivitas akademika.

Semangat itu mengemuka dalam Wisuda ke-11 Program Magister, ke-93 Program Sarjana, dan ke-4 Program Vokasi Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di GOR UTP, Karanganyar.

Dalam prosesi itu, sebanyak 398 wisudawan dikukuhkan, terdiri atas 376 lulusan S-1, dua lulusan D-III, 15 lulusan D-IV, dan 15 lulusan S-2. 

Sebanyak 14 wisudawan di antaranya merupakan lulusan terbaik dari masing-masing program studi berdasarkan IPK tertinggi.

Wisuda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis UTP ke-46, yang salah satu acaranya adalah orasi ilmiah oleh Dr. Diana Dewi Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd. yang juga Kaprodi Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UTP Surakarta.

Salah satu langkah internasionalisasi UTP pada 2026 ditandai dengan diterimanya mahasiswa baru asal Timor-Leste.

Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang lebih beragam. 

UTP ingin menjadi ruang bertemunya mahasiswa dari berbagai latar belakang negara, budaya, dan pengalaman.

Internasionalisasi tersebut juga diperkuat melalui kerja sama dengan University of Mindanao, Filipina.

Pada Juni 2026, kedua institusi menggelar Guest Lecture dan Workshop yang melibatkan tiga fakultas UTP, yakni Fakultas Teknik melalui Program Studi SIKC, FKIP melalui Pendidikan Jasmani dan PKO, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis melalui Program Studi Akuntansi.

Kerja sama itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan MoU di tingkat program studi sebagai landasan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi UTP, internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan narasumber atau mitra dari luar negeri. 

Lebih jauh, kampus ingin membangun ekosistem yang mendorong mahasiswa memiliki wawasan global, kompetensi kuat, karakter unggul, serta kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi di lingkungan internasional.

Semangat tersebut juga terlihat dari kehadiran 11 mahasiswa UTP yang merupakan atlet National Paralympic Committee (NPC) dalam wisuda kali ini.

Para mahasiswa tersebut memiliki rekam prestasi olahraga hingga level internasional. Mereka menjadi contoh bagaimana pendidikan dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan.

Bagi UTP yang memiliki kekuatan di bidang olahraga, pendidikan diharapkan menjadi bekal penting bagi para atlet, baik ketika masih aktif berkompetisi maupun setelah memasuki dunia profesional.

“Kami ingin mahasiswa UTP tidak hanya menjadi juara di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tampil di panggung internasional. Dan 11 atlet NPC yang akan diwisuda besok menjadi bagian dari UTP adalah contoh nyata bahwa pendidikan dan prestasi internasional bisa berjalan bersama,” kata Rektor UTP, Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si.

Menurut Winarti, hadirnya mahasiswa dari Timor-Leste dan atlet berprestasi internasional menunjukkan bahwa UTP mulai menjadi ruang bagi talenta-talenta dari berbagai latar belakang.

“Kalau hari ini ada mahasiswa dari Timor-Leste yang memilih UTP dan ada 11 atlet NPC berprestasi internasional yang menjadi bagian dari keluarga UTP, bagi kami itu adalah sinyal bahwa UTP sudah mulai dilihat bukan hanya sebagai kampus di Surakarta, tetapi sebagai kampus yang mampu menjadi rumah bagi talenta-talenta berprestasi,” ujarnya.

Memasuki usia 46 tahun, UTP akan terus memperkuat kualitas akademik, internasionalisasi, kolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis, serta pengembangan mahasiswa secara utuh.

Targetnya bukan sekadar menambah jumlah mahasiswa asing atau kegiatan internasional, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan dengan global mindset, kompetensi kuat, karakter unggul, dan keberanian bersaing di tingkat internasional.

Memasuki usia ke-46, kampus tersebut ingin mendorong internasionalisasi bukan sekadar melalui kerja sama luar negeri, tetapi juga

“Empat puluh enam tahun adalah perjalanan yang panjang, tetapi bagi UTP ini bukanlah garis akhir. Justru menjadi titik untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, kepemimpinan, dan keberanian untuk memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Winarti.

Dengan demikian, internasionalisasi UTP tidak hanya berarti membuka pintu kampus bagi dunia. Lebih dari itu, UTP ingin memastikan mahasiswa dan lulusannya memiliki kemampuan untuk membuka pintu dunia dari Solo. //Sik

Type above and press Enter to search.