![]() |
| Ketua penyelenggara Miss Batik Indonesia 2026, Sendang Kusumastuti menjelaskan tentang konsep penyelenggaraan MBI tahun ini |
WARTAJOGLO, Solo — Miss Batik Indonesia (MBI) memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya dengan konsep yang semakin berkembang.
Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai ajang pemilihan perempuan yang merepresentasikan batik Indonesia, MBI 2026 dikemas lebih luas melalui Miss Batik Indonesia Cultural Festival 2026.
Perubahan konsep tersebut menjadi penanda bahwa MBI tidak ingin berhenti pada panggung pageant.
Batik justru ditempatkan sebagai pintu masuk untuk mempertemukan budaya, seni, fashion, pendidikan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Ketua Penyelenggara MBI Cultural Festival 2026, Sendang Kusumastuti, mengatakan tahun ini MBI memiliki tiga pilar utama, yakni Cultural Summit, Cultural Festival dan Grand Final.
“Ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan Miss Batik. Tahun ini kita mengambil tema Cultural Festival karena ada tiga pilar yang tergabung di dalam Miss Batik Indonesia 2026,” ujar Sendang pada Selasa 29 September 2026.
Cultural Summit akan berlangsung 6-10 Oktober 2026 di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo. Sekitar 22 finalis dari berbagai daerah mengikuti karantina sekaligus mendapatkan pembekalan tentang batik, budaya, public speaking, leadership, personal development hingga modeling.
Sementara Cultural Festival menghadirkan ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat. Berlangsung di Taman Budaya Jawa Tengah dan kawasan Jurug, festival ini melibatkan seniman, komunitas serta sekitar 30 pelaku UMKM.
Beragam kegiatan disiapkan, mulai lomba pambiwara, fashion show, melukis hingga zumba. Pameran kuliner, batik, handicraft dan produk kreatif juga menjadi bagian dari festival.
“Kalau kita bicara festival itu tidak hanya pageant-pageant-an, lenggak-lenggok saja. Ada acara lain yang digelar di situ,” kata Sendang.
Konsep kolaboratif juga diperluas melalui keterlibatan Universitas Sebelas Maret (UNS). Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS ikut merancang wardrobe para finalis untuk Grand Final bersama fashion designer Tyas Santhi Fatmasari.
“Kami ingin panggung MBI menjadi ruang bagi karya dan gagasan generasi muda untuk tampil,” tandas Sendang.
Puncaknya, Grand Final MBI 2026 digelar Jumat, 9 Oktober di Pendapi Ageng, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta.
Masuk Tahun Ketiga, Miss Batik Indonesia Naik Kelas Jadi Cultural Festival https://t.co/OdCmUFUgJm
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 29, 2026
Tak sekadar memilih pemegang mahkota, Grand Final dikemas sebagai pagelaran yang membawa narasi perjalanan batik: dari bagaimana batik lahir, batik di masa kini, hingga batik untuk masa depan.
Konsep baru tersebut sekaligus membawa pesan bahwa pelestarian batik bukan berarti menjadikannya sekadar warisan masa lalu, tapi terus hidup, berkembang dan menemukan relevansinya di tengah generasi baru. //Sik
