![]() |
| Rektor UNISRI (tiga dari kiri) dan pimpinan dari PT MMI melakukan penandatanganan kerja sama untuk penguatan kompetensi alumni |
WARTAJOGLO, Solo – Lulus kuliah bukan garis akhir. Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kini memasang target lebih konkret: “Zero Jobless” bagi para alumninya.
Semangat itu ditegaskan Rektor UNISRI Prof. Dr. Sutoyo saat membuka Workshop Penguatan Kompetensi Alumni 2026 yang digelar UPT UNISRI Career Center (UCC) di Gedung B kampus setempat, Senin 21September 2026.
Workshop yang menggandeng PT Micro Madani Institute (MMI) tersebut menjadi bagian dari langkah UNISRI memperpendek jarak antara dunia kampus dan kebutuhan dunia kerja.
“Universitas tidak hanya sekadar menerima mahasiswa, memproses sampai lulus. Ada tanggung jawab moral untuk memberikan pembekalan menghadapi dunia kerja,” kata Prof Sutoyo di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik. Mereka juga membutuhkan kemampuan sosial, personal, kewirausahaan, serta pemahaman praktis tentang proses memasuki dunia profesional.
Karena itu, UNISRI berencana memperluas program tersebut. Pembekalan tidak lagi menunggu mahasiswa menjadi alumni, tetapi mulai diberikan sejak semester 7–8.
Materinya akan disesuaikan dengan jalur yang hendak ditempuh mahasiswa, mulai dari ASN, BUMN, perusahaan swasta hingga kewirausahaan. Termasuk persiapan menghadapi berbagai tahapan seleksi kerja.
“Kita ingin mahasiswa lulus dari UNISRI sudah percaya diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” tegasnya.
Prof Sutoyo menilai keterlibatan praktisi menjadi kunci agar pembekalan tidak berhenti pada teori.
“Kalau akademisi kan teoritis. Kalau praktisi, langsung memberikan pengalaman,” ujarnya.
Karena itu, UNISRI akan terus menggandeng berbagai mitra dunia usaha dan dunia kerja untuk memberikan materi yang lebih aplikatif.
Dalam kegiatan tersebut, UNISRI juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT MMI. Penandatanganan dilakukan Prof Sutoyo dan disaksikan Wakil Rektor III serta Kepala UPT UCC.
Bagi Prof Sutoyo, target “Zero Jobless” pada akhirnya bukan semata soal mendapatkan pekerjaan. Yang lebih penting, lulusan memiliki keberanian dan kemampuan untuk menentukan jalan setelah kampus—menjadi pekerja, membangun usaha, atau bahkan menciptakan pekerjaan bagi orang lain.
“Ke depan harus kita rumuskan yang bersifat praktis. Tidak teoritis lagi. Itu yang dibutuhkan mahasiswa,” tegasnya.
Targetkan Zero Jobless, Rektor UNISRI: Lulusan Tak Cukup Cuma Bawa Ijazah https://t.co/eIjQcqjBcn
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 21, 2026
Sementara Kepala UPT UCC UNISRI, Sarafuddin, menegaskan pentingnya perhatian terhadap alumni.
“Alumni adalah aset yang berharga bagi perguruan tinggi dan bangsa. Karena itu harus dibekali dengan baik untuk bekal mencari kerja maupun berwirausaha,” tandasnya. //Sik
