![]() |
| Perwakilan ojol perempuan berfoto bersama dengan para pembicara dalam acara bertajuk "The Circle of Wellness Literacy" |
WARTAJOGLO, Solo – Menjadi pengemudi ojek online (ojol) bagi seorang perempuan, tentu bukan sekadar persoalan mencari penghasilan. Sebab, pekerjaan di jalanan juga menjadi bagian dari perjuangan menjaga keberlangsungan keluarga.
Karena itu, pemberdayaan terhadap perempuan pengemudi ojol tidak cukup hanya dilakukan melalui penguatan ekonomi.
Mereka juga membutuhkan ruang untuk merawat diri, mengelola emosi guna membangun kepercayaan diri dan saling menguatkan.
Pendekatan inilah yang dihadirkan melalui “The Circle of Wellness Literacy”, kegiatan pemberdayaan perempuan yang digelar di Gedung Tawang Praja, kompleks Balai Kota Surakarta, Jumat 18 September 2026.
Sebanyak 50 pengemudi ojol perempuan diajak sejenak meninggalkan kesibukan di jalan untuk mengikuti sesi Motivation & Emotional Healing dengan konsep Read, Write, Reflect, Express.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Rotary Club of Solo Kartini, Forum Perempuan Berdaya, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta.
President Rotary Club of Solo Kartini, Lia Taufiq, mengatakan pengemudi ojol perempuan memiliki peran ganda yang tidak ringan.
Di satu sisi mereka harus bekerja dan menghadapi berbagai situasi di jalan, sementara di sisi lain tetap menjalankan tanggung jawab di dalam keluarga.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat aspek kesejahteraan psikologis dan emosional juga perlu mendapatkan perhatian dalam proses pemberdayaan.
“Melalui wellness literacy, mereka tidak hanya didorong untuk tangguh secara ekonomi, tetapi juga mendapatkan ruang aman (safe space) untuk menjaga kesehatan mental dan emosionalnya,” ujarnya.
Konsep wellness literacy yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut mencoba menempatkan literasi dalam konteks yang lebih luas.
Para peserta tidak hanya diajak membaca dan menulis, tetapi menggunakan aktivitas literasi sebagai sarana untuk membaca pengalaman hidup, menuliskan perasaan, merefleksikan perjalanan diri, dan mengekspresikannya.
Metode tersebut kemudian diwujudkan melalui sesi yang dipandu motivator sekaligus Founder FHD Motivation, RAy Febri H Dipokusumo.
Melalui teknik journaling, para peserta diajak menuliskan berbagai hal yang selama ini mungkin tersimpan dalam pikiran dan perasaan.
Suasana pun menjadi emosional. Sejumlah peserta tak mampu menahan air mata ketika mulai membuka kembali berbagai pengalaman yang mereka alami.
![]() |
| RAy Febri Dipokusumo menyampaikan kata-kata motivasi untuk membangkitkan kepercayaan diri para ojol perempuan |
Tangis tersebut menjadi bagian dari proses pelepasan emosi sekaligus momentum untuk kembali melihat diri mereka secara lebih utuh.
RAy Febri menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan perpaduan antara program pemberdayaan perempuan, momentum bulan literasi Rotary, dan World Wellness Weekend.
“Wellness itu tidak hanya gym, tidak hanya yoga, tidak hanya spa. Tapi bagaimana kebaikan, kemudian kesadaran penuh untuk membuat diri lebih bahagia, lebih tenang hidupnya, lebih sejahtera hidupnya, salah satunya juga dengan metode literasi,” jelasnya.
Dari sinilah kemudian lahir konsep The Circle of Wellness Literacy.
Febri yang juga menjabat Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Surakarta mengatakan, bahwa kegiatan pemberdayaan perempuan secara rutin dilakukan setiap dua bulan.
Melalui kegiatan kali ini, literasi dimanfaatkan sebagai medium untuk membangun kesadaran diri sekaligus memperkuat kapasitas perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena sebagian pengemudi ojol perempuan yang hadir juga menjalankan peran sebagai tulang punggung keluarga.
![]() |
| I Wayan Tur Adnyana (pakai kemeja abu-abu) mengajak para ojol perempuan menari Janger bersama |
I Wayan Tur Adnyana, District Governor Rotary International Distrik 3420 periode 2026–2027, mengatakan, bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap perempuan yang harus menjalankan banyak peran sekaligus.
Ia menyebut terdapat peserta yang berstatus single parent dan harus memenuhi kebutuhan keluarga.
“Nah, inilah perlu kita motivasi mereka supaya nanti mereka tidak kehilangan arah. Apalagi mereka menjadi tulang punggung keluarga,” katanya.
Menurutnya, pemberian pelatihan dan penguatan kapasitas menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mereka menghadapi masa depan secara berkelanjutan.
“Rotary Club Solo Kartini sudah sangat tepat memberikan pelatihan-pelatihan untuk masa depan mereka, supaya bisa hidup berkelanjutan,” ujarnya.
Ia pun menegaskan dukungan Rotary Club Distrik 3420 terhadap kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan literasi dan perempuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Vanessa Winastesia, Bunda Literasi Kota Surakarta, serta Kristiana Hariyanti, A.Pi., M.Si., M.M., Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, bersama sejumlah penggerak pemberdayaan perempuan lainnya.
The Circle of Wellness Literacy, Upaya Membekali Ojol Perempuan Solo agar Tetap Tangguh dan Berdaya https://t.co/91jBWbh3JH
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 18, 2026
Rangkaian kegiatan sendiri diawali sejak pukul 08.00 WIB dengan konvoi kebersamaan para pengemudi ojol perempuan dari masjid Balai Kota menuju Gedung Tawang Praja.
Tak hanya konvoi, para ojol wanita juga diajak menari Janger bersama oleh I Wayan Tur Adnyana di sela-sela acara. //Sik


