![]() |
| Duo Wening Jepank saat tampil dalam acara launching lagu Ayo Wedangan |
WARTAJOGLO, Solo - Bagi musisi Kota Slo Wening Damayanti dan Mr Jepank Van Sambenk atau yang dikenal dengan Duo Wening Jepank, musik bukan sekadar sarana berekspresi, tetapi juga media untuk memperkenalkan identitas dan menggerakkan pariwisata Kota Solo.
Semangat itulah yang mendasari lahirnya puluhan lagu bertema Kota Bengawan, mulai dari Pesona Solo (Jiwanya Jawa), Dhaharan Solo, Solo Ngangeni, hingga Ayo Wedangan.
Sejumlah lagu tersebut turut dibawakan Duo Wening Jepank dalam acara launching Ayo Wedangan di Wedangan Bu Siti (WBS) 1, Selasa 20 Oktober 2026.
Penampilan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya, kuliner, dan karakter masyarakat Solo mereka kemas dalam karya musik yang mudah dinikmati.
Bagi Wening, upaya memperkenalkan Solo melalui lagu memiliki kaitan erat dengan pengembangan pariwisata.
Hal itu sejalan dengan perannya sebagai Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta, sekaligus General Manager Petit Boutique Hotel Solo.
Menurut dia, promosi kota tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata dan agenda kegiatan.
Kekayaan budaya, kuliner, kebiasaan masyarakat, serta pengalaman khas yang bisa dinikmati wisatawan juga perlu dikemas secara kreatif agar semakin dikenal.
Melalui lagu Pesona Solo (Jiwanya Jawa), misalnya, identitas Solo sebagai kota yang lekat dengan budaya Jawa diperkenalkan melalui musik.
Sementara Dhaharan Solo mengangkat kekayaan kuliner lokal, dan Solo Ngangeni merepresentasikan daya tarik kota yang membuat orang ingin kembali berkunjung.
Adapun Ayo Wedangan mengajak masyarakat untuk merawat tradisi nongkrong di wedangan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Solo.
Rangkaian karya tersebut menjadi upaya Duo Wening Jepank menghadirkan city branding melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Musik diharapkan bisa menjadi medium promosi yang menjangkau berbagai kalangan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan lokal.
Wening berharap, semakin kuat identitas Solo dikenal masyarakat luas, semakin besar pula daya tarik kota ini bagi wisatawan.
Dampaknya diharapkan turut dirasakan sektor perhotelan dan restoran melalui peningkatan kunjungan serta aktivitas ekonomi pariwisata.
Lagu Bebas Royalti untuk Kota Solo
Meski Ayo Wedangan telah dirilis melalui YouTube dan sejumlah platform digital sekitar sebulan sebelumnya, Duo Wening Jepank menilai peluncuran secara langsung tetap penting agar lagu tersebut semakin dikenal dan digunakan masyarakat.
Menurut Wening, merilis lagu di platform digital saja tidak cukup. Karya tersebut perlu terus diperkenalkan, disosialisasikan, dan dinyanyikan oleh lebih banyak orang agar bisa menjangkau khalayak yang lebih luas.
“Kalau menurut keyakinan kami, lagu itu harus diperjuangkan. Jadi bukan hanya sekadar di-launching kemudian dibiarkan saja. Sebanyak mungkin orang memakai dan sebanyak mungkin kami sosialisasikan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar karya hiburan, lagu-lagu tersebut memang disiapkan agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Kota Solo.
Dengan tema yang beragam, karya Duo Wening Jepank diharapkan dapat mengisi berbagai agenda, mulai dari kegiatan kebudayaan, promosi wisata, hingga perayaan dan acara komunitas.
Wening menegaskan, lagu Ayo Wedangan dan karya-karya tematik mereka didedikasikan untuk Kota Solo serta dapat digunakan secara bebas royalti untuk berbagai acara.
Demi Branding Kota Solo, Duo Wening Jepank Bebaskan Karyanya dari Royalty https://t.co/Ke8yAMBG2c
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 21, 2026
“Kami ingin membuat lagu ini jangan sampai sia-sia, tetapi bisa dipergunakan, karena telah kami dedikasikan untuk Kota Solo. Lagu ini bebas royalti, jadi bisa dipakai untuk event apa pun. Itulah alasan kami membuat lagu tematik, supaya setiap event itu ada lagunya,” pungkas Wening. //Kls
