![]() |
| Seorang wisudawati Politeknik Indonusa berjalan sembari menunjukkan ijazahnya usai prosesi pemindahan kucir |
WARTAJOGLO, Sukoharjo – Wisuda bukan lagi sekadar menjadi penanda berakhirnya masa studi. Momentum tersebut merupakan titik awal untuk mendorong lulusan segera memasuki dunia kerja dan memiliki daya saing lebih luas, termasuk di pasar kerja internasional.
Komitmen itu diperkuat dengan kehadiran Indonusa Career Development Center (ICDC), unit khusus yang disiapkan untuk memberikan pembekalan karier sekaligus membuka akses bagi calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri.
Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Ir. Suci Purwandari, M.M., Ph.D., mengatakan kampus tahun ini memberikan perhatian lebih besar pada bagaimana lulusan dapat memberikan dampak setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapan kami teman-teman mahasiswa ini menjadi lulusan yang berdampak, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan Indonesia,” ujar Suci saat ditemui di sela Wisuda ke-31 di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Sabtu 3 Oktober 2026.
Sebanyak 453 wisudawan dari tujuh program studi mengikuti prosesi wisuda tahun ini.
Mereka tidak hanya diarahkan untuk segera bekerja, tetapi juga memiliki sejumlah pilihan pengembangan karier, mulai dari berwirausaha hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Salah satu fokus yang kini dikembangkan adalah memperluas akses lulusan terhadap kesempatan kerja di luar negeri.
Untuk itu, Politeknik Indonusa membentuk ICDC yang salah satu fungsinya menangani pembinaan calon pekerja migran.
Menurut Suci, saat ini sekitar 140 calon pekerja migran tengah mengikuti pelatihan melalui program tersebut.
Pesertanya tidak hanya berasal dari lingkungan Politeknik Indonusa, tetapi juga masyarakat umum.
Program ini terbuka bagi lulusan SMA maupun SMK. Selama sekitar tiga bulan, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus bahasa sebagai persiapan menuju negara tujuan.
Bidang yang saat ini dikembangkan antara lain manufaktur, housekeeping, dan waiter. Setelah mendapatkan pembekalan umum, peserta kemudian dapat memperdalam bahasa sesuai negara yang dituju.
“Misalnya mau ke Korea, nanti diperdalam bahasa Korea. Kalau ke Taiwan ya bahasa Taiwan, begitu juga negara lainnya,” jelas Suci.
Politeknik Indonusa juga mulai menyiapkan sistem pemetaan mahasiswa untuk mengetahui sejak awal siapa yang memiliki minat menjadi tenaga kerja migran, negara tujuan yang diminati, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan.
Dengan pemetaan tersebut, pembekalan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon pekerja. Mahasiswa yang membidik pasar kerja di negara tertentu, misalnya, dapat diarahkan mendapatkan keterampilan dan kemampuan bahasa yang relevan.
Penguatan ICDC menjadi bagian dari upaya Politeknik Indonusa agar lulusan tidak membatasi pilihan karier pada wilayah tertentu.
Suci menyebut kampus selama ini juga terus memberikan informasi mengenai peluang kerja di berbagai negara, seperti Jepang, Taiwan dan Jerman. Sejumlah lulusan bahkan telah mengambil peluang tersebut dan bekerja di luar negeri.
Dorong Lulusan Tembus Pasar Kerja Internasional, Politeknik Indonusa Siapkan ICDC https://t.co/fOzh2dPQVp
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 3, 2026
“Bekerja itu jangan terlalu terpaku pada wilayah tertentu. Kita harus mampu masuk ke industri internasional,” tegasnya.
Selain bekerja, kampus tetap mendorong lulusan yang memilih jalur kewirausahaan maupun pendidikan lanjutan.
Lulusan diploma diarahkan untuk memiliki kesempatan melanjutkan ke jenjang sarjana, sementara lulusan sarjana terapan dapat meneruskan pendidikan ke tingkat berikutnya. //Sik
.jpg)