![]() |
| Rektor UNISRI Surakarta (dua dari kanan) menyerahkan penghargaan kepada pimpinan PT Mandom Indonesia wilayah Solo raya, Agus Kristianto, atas kerja sama yang dijalin selama 10 tahun terakhir |
WARTAJOGLO, Solo – Memiliki ijazah dan prestasi akademik bukan satu-satunya modal untuk menembus dunia kerja.
Kepercayaan diri, kesiapan mental, kemampuan membawa diri, hingga membangun citra profesional menjadi bekal penting yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi agar mampu bersaing di dunia profesional.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus membekali calon alumninya melalui Diklat Pengembangan Kepribadian bagi lulusan sarjana periode II tahun 2026, Selasa 20 Oktober 2026, di Auditorium Kampus UNISRI.
Mengangkat tema “Personal Branding and Work-Ready Skills for Gen Z Professionals”, kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan lingkungan dari dunia akademik menuju dunia kerja yang menuntut kompetensi, karakter, dan profesionalisme.
Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi salah satu modal utama yang perlu dimiliki calon lulusan sebelum memasuki dunia kerja.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan. Mereka juga perlu memiliki kepribadian yang baik, kepercayaan diri, serta kemampuan menampilkan potensi diri secara optimal.
“Dalam menghadapi situasi sekarang ini, kesiapan mental menjadi modal yang pertama,” ujar Sutoyo saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, kualitas akademik perlu diimbangi dengan kemampuan membawa diri dan penampilan yang mendukung kepercayaan diri.
Perpaduan antara kompetensi dan kepribadian tersebut diharapkan membuat lulusan lebih siap menghadapi proses seleksi maupun tantangan ketika sudah bekerja.
“Ilmunya dapat, kemudian penampilannya bagus. Itu akan menjadi keseimbangan luar dan dalamnya,” katanya.
Jembatani Dunia Kampus dan Dunia Kerja
Pentingnya pembekalan tersebut juga menjadi alasan UNISRI mempertahankan program pengembangan kepribadian yang telah berjalan selama 10 tahun bersama PT Mandom Indonesia.
Dalam kegiatan ini, PT Mandom Indonesia turut memberikan perspektif tentang kesiapan menghadapi dunia kerja melalui materi yang berkaitan dengan penampilan profesional, perawatan diri, dan personal branding.
Manager Brand Promotor PT Mandom Indonesia, Nur Hidayati, mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bagian dari kontribusi dunia industri dalam membantu perguruan tinggi mempersiapkan calon lulusan.
Menurutnya, kemampuan akademik dan keterampilan teknis yang diperoleh mahasiswa selama kuliah perlu didukung oleh kepercayaan diri serta kemampuan menunjukkan potensi diri.
“Dunia kerja itu sangat berbeda dari dunia kampus. Bisa jadi soft skill dan hard skill sudah disiapkan dari kampus. Kami mencoba masuk dari sisi berbeda, sebagai tambahan keterampilan,” jelasnya.
Nur Hidayati menilai, kurangnya kepercayaan diri dapat menjadi penghambat seseorang dalam menunjukkan kemampuan yang sebenarnya dimiliki.
Bahkan, prestasi akademik yang tinggi belum tentu menjamin seseorang mampu tampil optimal ketika menghadapi situasi yang menuntut kesiapan mental.
“Kalau sudah percaya diri, semua kemampuan yang dimiliki mahasiswa itu akan keluar otomatis. Tetapi kalau sudah tidak percaya diri, bisa jadi IPK-nya 4,00 atau cumlaude, tetapi pada waktu tidak percaya diri, semuanya bisa blank,” tuturnya.
Karena itu, menurutnya, calon lulusan perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari kemampuan berkomunikasi, penampilan, hingga cara membangun kesan profesional di hadapan orang lain.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi beauty class, grooming class bagi mahasiswa laki-laki, penampilan profesional, serta personal branding.
Pembekalan ini diharapkan dapat membantu calon alumni memahami pentingnya menyesuaikan sikap dan penampilan dengan lingkungan kerja tanpa kehilangan karakter diri.
Komitmen UNISRI dalam memberikan pembekalan tersebut terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa.
Gandeng PT Mandom Indonesia, UNISRI Bekali Calon Alumni dengan Skill Hadapi Kerasnya Dunia Kerja https://t.co/GiJZoggkCB
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 20, 2026
Pada periode kedua tahun ini, lebih dari 900 mahasiswa program sarjana mengikuti kegiatan tersebut, dari total 1.037 lulusan jenjang S1 dan S2.
Sutoyo mengatakan, keberlanjutan program selama satu dekade tidak lepas dari respons positif mahasiswa.
Tingkat kehadiran yang mencapai sekitar 90 persen menjadi salah satu indikator bahwa pembekalan tersebut masih dibutuhkan calon alumni. //Sik
