TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Gelombang Mutasi Sentuh Polda Jateng, Belasan Pejabat hingga Kapolres Diganti

Kapolda Irjen Pol Roy Hardi Siahaan memimpin upacara sertijab para pejabat di lingkungan Polda Jateng

WARTAJOGLO, Semarang – Gelombang mutasi di tubuh Polri terus berlanjut. Kali ini, sebanyak 13 pejabat di lingkungan Polda Jawa Tengah mengalami pergantian, mulai dari Wakapolda, sejumlah direktur, hingga beberapa kapolres dan kapolresta.

Serah terima jabatan (sertijab) tersebut dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng, Kamis 15 Oktober 2026. 

Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran kepemimpinan sekaligus meningkatkan kinerja institusi.

Mutasi tersebut didasarkan pada surat telegram nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Salah satu pergantian penting terjadi pada posisi Wakapolda Jateng. Brigjen Pol Dr Latif Usman menyerahkan jabatan kepada Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan.

Rotasi juga menyentuh sejumlah jabatan strategis di tingkat Polda. Posisi Dansatbrimob yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Noor Hudaya kini diemban Kombes Pol Wahyu Widiarso Suprapto. 

Sementara itu, jabatan Dirlantas beralih dari Kombes Pol Maesa Soegriwo kepada Kombes Pol Muhammad Aldian.

Pergantian turut terjadi pada posisi Dirreskrimsus dari Kombes Pol Djoko Julianto kepada Kombes Pol Taufik Hidayat, serta Dirsamapta dari Kombes Pol Dr Risto Samodra kepada Kombes Pol Bayu Adhi Joyokusumo.

Adapun jabatan Karolog yang sebelumnya dijabat Brigjen Pol Nirboyo, yang memasuki masa purna tugas, kini dipercayakan kepada Kombes Pol Dr Risto Samodra. 

Sementara posisi Kabidkeu beralih dari Kombes Pol Dolly Arimaxionari Primanto kepada Kombes Pol S. Ferdinand Suwarji.

Gelombang mutasi tersebut juga menyasar jajaran kewilayahan. Pergantian pimpinan terjadi di sejumlah polres dan polresta di Jawa Tengah.

Jabatan Kapolrestabes Semarang kini diemban Kombes Pol Erlin Tang Jaya, menggantikan Kombes Pol Heri Wahyudi. 

Di Kota Solo, posisi Kapolresta Surakarta beralih dari Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo kepada AKBP Candra Sasongko.

Pergantian juga terjadi di Polresta Banyumas. Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi digantikan Kombes Pol Dhovan Oktavianton.

Sementara itu, jabatan Kapolres Wonogiri beralih dari AKBP Haris Munandar Hasyim kepada AKBP Deni Septiawan. 

Di Polres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo digantikan AKBP Febriyani Aer. Adapun jabatan Kapolres Salatiga kini diemban AKBP Afrito Marbaro, menggantikan AKBP Jonathan David Harianthono.

Dengan pergantian tersebut, penyegaran kepemimpinan tidak hanya berlangsung di tingkat Polda, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Pejabat Baru Diminta Segera Beradaptasi

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, mutasi merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. 

“Serah terima jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. Para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang telah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya

Para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing, melanjutkan program yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan terobosan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, kepemimpinan di lingkungan kepolisian harus dibangun melalui sikap responsif, komunikatif, dan humanis, tanpa mengesampingkan ketegasan dalam penegakan hukum.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kerja nyata dan pelayanan yang baik. 

“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, setiap pejabat dan personel diharapkan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas kepolisian,” tambahnya.

Kepercayaan publik tidak cukup dibangun lewat slogan, tetapi harus dibuktikan melalui kehadiran polisi yang mampu memberikan rasa aman serta merespons persoalan masyarakat secara tepat.

Gelombang mutasi ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian nama dalam struktur organisasi, melainkan membawa energi baru bagi jajaran Polda Jawa Tengah untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. //Sik

Type above and press Enter to search.