TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Kolaborasi Miss Batik Indonesia dan SNJ Sajikan Malam Budaya Penuh Gaya

Ketua SNJ DPC Solo, Adhityo Utomo/Gembul (kiri) berfoto bersama Yan Velia (dua dari kiri), serta wakil wali kota Surakarta Astrid Widayani (dua dari kanan) di penghujung acara

WARTAJOGLO, Solo – Panggung budaya di Kota Solo tak pernah benar-benar kehabisan cara untuk menemukan bentuk baru. 

Kali ini, wastra Nusantara dipertemukan dengan mahakarya busana, kreativitas seni, hingga musik legendaris dalam sebuah malam eksklusif yang digelar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), pada Rabu 7 Oktober 2026.

Kolaborasi antara Miss Batik Indonesia dan Senthir Nusantara Jaya (SNJ) DPC Solo tersebut tidak sekadar menawarkan peragaan busana. 

Lebih dari itu, gelaran yang dipimpin Ketua SNJ DPC Solo, Adhityo Utomo alias Gembul, itu dirancang sebagai ruang perjumpaan antara tradisi dan kreativitas masa kini.

Dimulai pukul 19.00 WIB, acara dibuka dengan sajian tari kontemporer. Suasana kemudian berlanjut dengan prosesi penyerahan piala penghargaan kepada sejumlah tokoh dan insan berprestasi.

Namun, daya tarik utama malam itu berada di panggung fashion show eksklusif yang menghadirkan karya empat desainer, yakni Novita, Intan Ayra, Ardiansyah Mega, dan Natalie Sofie.

Tak berhenti di sana, panggung juga mendapat sentuhan dari HARPI Solo serta komunitas Pecinta Kebaya. 

Kehadiran mereka mempertegas pesan bahwa busana tradisional dan wastra Nusantara bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas yang terus bisa dikembangkan mengikuti zaman.

Kemegahan acara semakin lengkap dengan kehadiran Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang ikut berlenggak lenggok di atas catwalk.

Bagi SNJ, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan budaya dalam kemasan yang lebih dinamis. 

Budaya tidak ditempatkan hanya sebagai sesuatu yang harus dikenang, tetapi juga perlu diberi ruang untuk berkembang dan berinteraksi dengan kreativitas generasi masa kini.

"Kolaborasi ini bukan sekadar pameran fashion, melainkan bentuk dedikasi kita bersama untuk menjaga, merawat, dan memajukan warisan budaya bangsa melalui sentuhan seni yang dinamis," ujar Adhityo Utomo alias Gembul.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa gelaran di TBJT itu membawa misi yang lebih luas. 

Fashion, kebaya, tari, dan musik dipertemukan dalam satu panggung untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya Nusantara bisa hadir dengan wajah yang segar tanpa kehilangan akar tradisinya.

Suguhan budaya itu juga dimeriahkan dengan penampilan istri mendiang maestro campursari Didi Kempot, dan dilanjutkan dengan penampilan spesial Koesploes, band legendaris dari Senthir Nusantara Jaya.

Kolaborasi Miss Batik Indonesia dan SNJ menjadi salah satu cara untuk menjawab tantangan bahwa tradisi tetap relevan di tengah perubahan zaman. 

Tradisi tidak hanya dipertahankan dalam bentuk aslinya, tetapi juga dipertemukan dengan kreativitas desain, pertunjukan kontemporer, dan musik populer.

Dengan konsep penyelenggaraan yang profesional dan eksklusif, malam puncak tersebut diharapkan ikut memperkuat posisi Surakarta sebagai kota budaya yang mampu berinovasi tanpa tercerabut dari akar tradisinya. //Sik

Type above and press Enter to search.