TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Lawan Bullying dan Intoleransi, Pelajar Solo Didorong Jadi Agen Damai lewat GerakDampak Academy

Para pelajar SMA di Kota Solo didorong jadi agen damai melalui program GerakDampak Academy

WARTAJOGLO, Solo – Perundungan, intoleransi hingga kekerasan seksual bukan sekadar persoalan perilaku. Ketika terjadi di lingkungan pendidikan, persoalan tersebut dapat mengganggu rasa aman sekaligus menghambat anak untuk tumbuh dan belajar secara optimal.

Karena itu, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan pengawasan orang dewasa. 

Pelajar juga perlu diberi ruang untuk mengambil peran dan menjadi bagian dari perubahan.

Semangat itulah yang dibawa GerakDampak Academy (GDA) 2026, program yang dikembangkan Yayasan KAKAK Surakarta bersama Indika Foundation untuk membentuk agen perdamaian berbasis sekolah.

Program tersebut dikembangkan di Kota Surakarta dengan menggandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta serta Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah.

Tiga sekolah tingkat atas terlibat dalam program ini, yakni SMAN 5 Surakarta, SMKN 6 Surakarta dan SMA Warga. Dari ketiga sekolah tersebut, sebanyak 24 pelajar dipilih untuk mendapatkan penguatan kapasitas sebagai agen damai yang nantinya diharapkan mampu menggerakkan perubahan di sekolah masing-masing.

Direktur Yayasan KAKAK Surakarta, Shoim Sahriyati, S.T., mengatakan pengembangan agen damai relevan untuk menjawab apa yang disebutnya sebagai tiga dosa pendidikan, yakni kekerasan seksual, perundungan atau bullying, dan intoleransi.

“Ketiga dosa pendidikan tersebut bisa ditekan jika anak-anak mampu menghargai dan menghormati keberagaman di sekitar mereka,” kata Shoim.

Melalui pengembangan agen damai, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami pentingnya keberagaman, tetapi juga mampu menjadi promotor dan pelindung keberagaman di lingkungan sekolah.

Penguatan tersebut dikemas dalam Intensive Course GerakDampak Academy 2026 yang berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026.

Hari pertama digelar di Sekretariat Bersama Kota Surakarta, sementara hari kedua berlangsung di Bale Apung Taman Balekambang.

Dalam pelatihan itu, para peserta tidak hanya menerima materi. Mereka diberi ruang untuk belajar memimpin diri sendiri, memimpin orang lain dan mempersiapkan diri menjadi penggerak perubahan positif di lingkungan sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pendampingan Yayasan KAKAK dalam mendorong pencegahan persoalan tersebut.

Menurutnya, pelajar tidak harus menunggu menjadi tokoh besar untuk menghadirkan perubahan.

“Menjadi agen damai bukan berarti harus menjadi orang besar terlebih dahulu,” ujarnya.

Perubahan, lanjut Agung, dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti tidak melakukan perundungan, menghargai teman yang berbeda serta memilih menyelesaikan konflik melalui dialog daripada kekerasan.

Ia juga menitipkan tiga bekal kepada para peserta, yakni peduli terhadap lingkungan dan sesama, berani menyampaikan pendapat dengan santun dan bertanggung jawab, serta mampu menghadirkan dampak nyata.

Untuk membentuk agen damai, GerakDampak Academy menggunakan kurikulum HARMONI yang disusun dalam tiga tahapan: Lead Self, Lead Others dan Lead Change.

Proses belajar tidak sebatas mendengarkan materi. Peserta diajak berdiskusi, bermain peran dan mengikuti fun learning outbound sehingga materi dapat dikaitkan dengan pengalaman nyata mereka.

Tahap Lead Self menjadi fondasi awal. Pelajar diajak mengenali diri, memahami kekuatan dan kelemahan, mengelola emosi serta membangun pola pikir terbuka.

Setelah mampu memimpin diri, peserta masuk tahap Lead Others dengan belajar menghargai keberagaman dan membangun compassion atau empati dalam berhubungan dengan orang lain.

Selanjutnya, tahap Lead Change membawa peserta dari pemahaman menuju tindakan. Mereka mengidentifikasi persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menentukan perubahan yang ingin didorong dan menyusun langkah realistis bersama kelompok.

Program GerakDampak Academy tidak berhenti setelah intensive course selesai. Para peserta akan melanjutkan proses melalui Aksi Nyata di lingkungan masing-masing.

Harapannya, pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi berkembang menjadi praktik baik di sekolah dan lingkungan sekitar. //Bang

Type above and press Enter to search.