![]() |
| Mahasiswa ISI Surakarta menggelar pameran DKV ACT 12: Sinambung |
WARTAJOGLO, Solo – Guna mendekatkan generasi muda dengan budaya lokal di tengah perkembangan zaman, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mencoba menjawabnya melalui kreativitas desain yang dikemas secara interaktif dan menarik.
Gagasan tersebut dihadirkan dalam pameran DKV ACT 12: Sinambung, perhelatan tahunan mahasiswa Program Studi DKV, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Pendopo Ageng GPH Djojokusumo, Kampus Kentingan, ISI Surakarta.
Mengusung tema Sinambung, pameran edisi ke-12 ini tidak sekadar menjadi ajang memamerkan karya mahasiswa.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bagaimana desain dapat menjadi jembatan antara budaya lokal dan generasi muda.
Beragam karya memenuhi area pameran, mulai dari karakter wayang, motif batik, kuliner tradisional, hingga berbagai representasi budaya lokal yang dikemas dengan pendekatan visual kekinian.
Menariknya, pengunjung tidak hanya diajak melihat karya. Sejumlah instalasi dilengkapi teknologi interaktif, termasuk barcode yang memungkinkan pengunjung menggali informasi lebih jauh.
Bahkan, tersedia bonus berupa stiker atau kartu unik bagi pengunjung yang berinteraksi dengan karya tertentu.
Pendekatan tersebut membuat pengalaman menikmati pameran terasa lebih menyenangkan. Budaya tidak hanya hadir sebagai objek untuk dipandang, tetapi juga sebagai pengalaman yang bisa dijelajahi secara langsung.
Mengajak Anak Muda Tak Asing dengan Budayanya Sendiri
Ketua pelaksana DKV ACT 12, MD Premadasa Mas, mengatakan tema Sinambung dipilih untuk membangun kedekatan generasi muda dengan budaya di lingkungan mereka sendiri.
“Melalui Sinambung, kami ingin mengajak anak muda agar tidak merasa asing dengan budaya di kotanya sendiri. Untuk mengenal dan mengapresiasi budaya, seseorang tidak harus menjadi pelaku budaya terlebih dahulu,” katanya.
Menurutnya, desain dapat menjadi salah satu cara untuk membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda dalam mengenal kekayaan budaya lokal.
Penyajian yang menarik dan sesuai dengan kebiasaan anak muda diharapkan membuat budaya terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut juga menjadi landasan bagi Program Studi DKV ISI Surakarta dalam menyelenggarakan pameran tahunan ini.
Kaprodi DKV ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, menjelaskan bahwa DKV ACT bukan hanya ruang apresiasi karya, melainkan juga bentuk implementasi pemikiran desain untuk mendorong perubahan sosial di masyarakat.
“Desain tidak berhenti pada bagaimana sebuah karya terlihat menarik. Desain juga harus mampu menyampaikan pesan, membuka akses, dan membuat masyarakat lebih mudah mengenal serta mengapresiasi budayanya,” ujarnya.
Ia berharap pendekatan kreatif yang ditampilkan dalam Sinambung dapat membuat budaya lebih ramah diakses, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki kedekatan dengan tradisi lokal.
Pendekatan tersebut bukan untuk menggantikan cara-cara tradisional dalam mengenal budaya, melainkan menghadirkan alternatif yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan begitu, budaya tetap memiliki akar tradisi yang kuat sekaligus memperoleh ruang baru untuk dikenal oleh generasi berikutnya.
Mendekatkan Generasi Muda dengan Budaya Lokal, Mahasiswa ISI Solo Gelar DKV ACT 12: Sinambung https://t.co/37DY1HSarr
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 24, 2026
Selama tiga hari penyelenggaraan, Kamis hingga Sabtu, 22–24 Oktober 2026, kegiatan ini turut diramaikan dengan workshop, talkshow, kompetisi mahasiswa, dan pertunjukan musik.
Rangkaian acara tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, bertukar gagasan, sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat melalui berbagai medium. //Bang
