TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

PEATSHIELD dan OG Guard, Inovasi Berbasis AI Karya Mahasiswa UMS untuk Antisipasi Kebakaran Hutan

Suasana kebakaran hutan di Kalimantan

WARTAJOGLO, Solo – Ancaman kebakaran hutan yang terus membayangi Indonesia membutuhkan solusi inovatif, terutama untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan memulihkan kawasan yang terdampak. 

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan sejumlah gagasan berbasis teknologi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan.

Tiga inovasi yang menarik perhatian dalam ajang Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026 tersebut adalah PEATSHIELD, Our Green Guard (OG Guard), dan GeoCarbon-Audit. 

Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari pemantauan kondisi lahan gambut, deteksi titik panas, hingga evaluasi emisi karbon dan keberhasilan restorasi vegetasi.

Ketiga ide itu menjadi bagian dari 12 inovasi mahasiswa yang dipamerkan di Main Hall Fakultas Geografi UMS pada 23–26 Oktober 2026. 

Beragam gagasan tersebut dikembangkan untuk menjawab persoalan lingkungan, kebencanaan, serta kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu geografi.

Deteksi Dini Kebakaran hingga Pemantauan Karbon

Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah PEATSHIELD, sebuah sistem pemantauan lahan gambut berbasis Internet of Things (IoT), sistem informasi geografis (GIS), dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi secara dini risiko kebakaran lahan gambut, khususnya di Kalimantan. 

Pemanfaatan teknologi tersebut membuka peluang pemantauan kondisi lahan secara lebih terintegrasi sehingga potensi ancaman kebakaran dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Inovasi berikutnya, Our Green Guard (OG Guard), mengusung pendekatan geospasial untuk memantau titik panas atau hotspot, mendukung pencegahan kebakaran hutan, serta membantu upaya restorasi vegetasi.

Melalui pemantauan berbasis informasi spasial, OG Guard menawarkan pendekatan untuk mengenali wilayah yang berpotensi terdampak kebakaran sekaligus mendukung penentuan langkah penanganan yang lebih terarah.

Sementara itu, GeoCarbon-Audit berfokus pada pemantauan karbon di lahan gambut secara spasial dan temporal dengan memanfaatkan citra satelit serta analisis data.

Sistem ini dirancang untuk mengevaluasi emisi karbon sekaligus menilai keberhasilan restorasi lahan. 

Informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam melihat dampak kebakaran terhadap lingkungan dan mengukur perkembangan pemulihan kawasan gambut.

Ketiga inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi geospasial dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan secara lebih menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pencegahan, hingga evaluasi pemulihan lingkungan.

Meski demikian, efektivitas penerapannya di lapangan tetap membutuhkan pengembangan lebih lanjut, pengujian, serta dukungan data dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Dorong Mahasiswa Hasilkan Solusi Nyata

Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M., mengatakan GAIA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan yang tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab persoalan di masyarakat. Melalui GAIA, kami berharap lahir ide inovasi yang bisa terus dikembangkan dan bersaing di tingkat internasional,” ujarnya, Senin 26 Oktober 2026.

Dalam GAIA 2026, sebanyak 12 inovasi mahasiswa dipamerkan, yakni SIGAP, PEATSHIELD, OG Guard, QUATRACK, Geo Mengajar, GeoCarbon, PLOGVENTURE, RIPALERT, DRTLG, SIAGA ROB, DIGIT, dan EcoRoute-UMS.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran serta presentasi gagasan inovasi di hadapan dewan juri. Pada 23 Oktober 2026, ajang ini juga memberikan penghargaan kepada inovasi unggulan dalam sejumlah kategori.

Tak berhenti pada tingkat fakultas, inovasi terpilih berpeluang melangkah ke panggung internasional. 

Para pemenang akan dinominasikan untuk memperoleh dukungan pendanaan guna mengikuti International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2027 di Bangkok, Thailand. //Kls

Type above and press Enter to search.