![]() |
| FSRD ISI Surakarta menggelar Kuliah Umum dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak Skema Riset bertajuk “From Idea to Impact: Riset, Tulis, Terbit!” |
WARTAJOGLO, Solo – Mahasiswa seni dan desain tak hanya dituntut piawai melahirkan karya kreatif, tetapi juga perlu mampu menuangkan gagasan dan hasil penelitiannya ke dalam tulisan ilmiah yang berdampak luas.
Peluang itulah yang kini didorong Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui penguatan budaya riset dan publikasi akademik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak Skema Riset bertajuk “From Idea to Impact: Riset, Tulis, Terbit!” yang digelar di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus ISI Surakarta, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengubah ide kreatif dan hasil penelitian lapangan menjadi artikel ilmiah berkualitas yang berpeluang diterbitkan di jurnal bereputasi.
Tak sekadar memberikan bekal pengetahuan, fakultas juga membuka dukungan agar publikasi ilmiah dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa hingga kelulusan.
Wakil Dekan I Bidang Akademik FSRD ISI Surakarta, Dr. Anung Rachman, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa riset seni dan desain memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat apabila didokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik.
“Kami ingin mendobrak stigma bahwa riset itu kaku dan menjemukan, terutama bagi mahasiswa seni dan desain,” tegas Anung.
Menurutnya, melalui Program Mahasiswa Berdampak Skema Riset, FSRD ISI Surakarta tidak hanya mendorong mahasiswa melakukan penelitian, tetapi juga memberikan dukungan berupa insentif publikasi dan rekognisi akademik.
Fakultas juga memaparkan mekanisme bantuan Article Processing Charge (APC) untuk membantu meringankan biaya publikasi mahasiswa di jurnal ilmiah.
“Kami percaya, kolaborasi riset antara mahasiswa dan dosen akan melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun industri kreatif,” lanjutnya.
Dukungan tersebut diharapkan membuat mahasiswa semakin percaya diri mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, hingga menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Membongkar Strategi
Untuk memberikan pemahaman langsung mengenai proses penerbitan artikel ilmiah, kuliah umum ini menghadirkan reviewer internasional, Deny Willy Junaidy, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam sesi yang dimoderatori Dr. Dhian Lestari Hastuti, S.Sn., M.Sn., Deny membahas berbagai aspek yang menentukan kualitas artikel ilmiah, termasuk kriteria naskah yang menarik bagi reviewer dan strategi agar tulisan mahasiswa tidak langsung ditolak editor jurnal.
Pembahasan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin menapaki dunia publikasi ilmiah.
Sebab, penelitian yang bagus belum tentu otomatis menjadi artikel yang layak terbit apabila tidak disajikan dengan struktur, argumentasi, dan kebaruan yang jelas.
Melalui pemahaman tentang standar jurnal ilmiah, mahasiswa diharapkan mampu menyusun naskah yang lebih terarah, memperkuat kualitas analisis, serta menyampaikan hasil penelitian secara sistematis.
Dengan begitu, gagasan yang semula hanya berkembang di ruang kelas atau studio kreatif dapat menjangkau pembaca yang lebih luas dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Selain mendapatkan wawasan dari pakar, mahasiswa juga diajak belajar dari pengalaman nyata rekan mereka sendiri.
Sesi berbagi inspirasi menghadirkan Nadiyatu Alfi, mahasiswa Program Studi Desain Interior FSRD ISI Surakarta, yang membagikan pengalamannya menerbitkan artikel ilmiah sekaligus memanfaatkan publikasi tersebut sebagai konversi tugas akhir.
Dalam sesi bertajuk “From Draft to Degree: Cerita Nadiyatu Alfi di Balik Riset, Publikasi, dan Jalur Kelulusan” yang dimoderatori Shidqi, mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Alfi menceritakan proses yang dilaluinya hingga berhasil menerbitkan hasil riset di jurnal ilmiah.
“Awalnya menulis artikel ilmiah terasa sangat menantang. Namun, lewat ekosistem riset yang suportif di FSRD ISI Surakarta, draf riset saya bisa terbit di jurnal ilmiah,” jelas Alfi.
Ia mengungkapkan, salah satu keuntungan dari publikasi tersebut adalah pengakuannya sebagai konversi tugas akhir sehingga proses kelulusannya menjadi lebih akseleratif.
“Keuntungan terbesarnya, publikasi ini diakui sebagai konversi tugas akhir, sehingga proses kelulusan menjadi lebih akseleratif dan portofolio akademik saya langsung teruji sebelum lulus,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa publikasi ilmiah bukan sesuatu yang mustahil bagi mahasiswa seni dan desain.
Dengan pendampingan yang tepat, proses menulis dan menerbitkan artikel dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperkuat rekam jejak akademik.
Alfi pun berharap semakin banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan yang telah disediakan fakultas.
“Saya berharap teman-teman lain bisa memanfaatkan peluang emas dari program fakultas ini,” tambahnya.
Publikasi Ilmiah Bisa Jadi Jalan Kelulusan, FSRD ISI Solo Dorong Mahasiswa Tembus Jurnal Bereputasi https://t.co/1YaeUT9HIo
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 24, 2026
Melalui kegiatan “From Idea to Impact: Riset, Tulis, Terbit!”, FSRD ISI Surakarta berupaya membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi juga mampu menjelaskan gagasan, mendokumentasikan proses, dan menyebarluaskan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah.
Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk menghubungkan kreativitas seni dan desain dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan industri kreatif. //Her
