![]() |
| Andri Mashadi saat hadir dalam wawancara virtual |
WARTAJOGLO, Jakarta — Drama yang terjadi dalam sinetron unggulan SCTV, “Wajah Cinta Yang Lain”, kian meruncing dan sukses menyedot perhatian pecinta sinetron Tanah Air.
Memasuki episode ke-100 lebih, alur cerita justru makin memanas setelah penyamaran Ariana yang diperankan oleh Dinda Kirana perlahan mulai terbongkar di tangan Bima (Andri Mashadi).
Bima akhirnya mengetahui rahasia besar bahwa Ariana sebenarnya adalah Asti, wanita yang pernah menjadi istrinya.
Dengan segala cara, Bima berupaya keras merebut kembali hati Asti. Siasat dan obsesi Bima ini tak ayal membuka kembali luka lama yang selama ini dipendam rapat oleh Ariana.
Tak berhenti di situ, konflik makin pelik dengan kemunculan Tamara (Cut Tary), ibu kandung Pamela (Andi Annisa).
Tamara dikenal sebagai sosok di balik berbagai penderitaan serta tragedi yang menimpa Ariana, sekaligus dalang rusaknya rumah tangga Asti dan Bima di masa lalu.
Perjuangan Ekstrim di Atas Kapal
Di balik tajamnya emosi dan kejutan alur cerita di layar kaca, proses pengambilan gambar sinetron ini ternyata menyimpan cerita unik sekaligus penuh perjuangan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif secara virtual, Andri Mashadi dan Dinda Kirana membeberkan pengalaman tak terlupakan saat harus menjalani syuting adegan krusial (golden scene) di tengah laut selama dua hari.
Andri menceritakan, kondisi fisik yang belum sempat sarapan maksimal serta hempasan ombak besar karena kapal berhenti berlabuh di tengah laut, membuat mereka berdua terserang mabuk laut yang lumayan hebat.
"Kita kan pas syuting di sana tuh dua hari, dan adegannya memang harus di atas kapal di tengah laut. Waktu itu anginnya cukup besar dan perahunya enggak jalan, jadi ombaknya kerasa banget. Sebenarnya kita lumayan berusaha keras untuk eksekusi adegan, karena agak pusing dan mual tapi tetap dipaksain," ungkap Andri.
Pengalaman kocak sekaligus menguji profesionalitas pun terjadi seusai makan siang. Demi meredakan rasa mual, Dinda menawarkan obat anti mabuk kepada Andri. Namun, efek samping obat tersebut justru membawa kejutan lain saat proses syuting hendak dilanjutkan.
"Pas habis makan, kita minum itu. Enggak lama break off mau mulai syuting lagi, mataku sama Dinda benar-benar enggak bisa melek! Capek yang banget-banget, sampai kalau ngomong blepotan. Experience yang bikin mikir, 'Oh, harusnya kalau syuting mabuk laut aku enggak minum obat anti mabuk, karena jadi ngantuk beneran'," kenang Andri sambil tertawa.
Dari Mabuk Laut Lahir Golden Scene "One Take"
Meski harus bertarung melawan rasa pusing, mual, dan kantuk yang berat, profesionalitas Dinda Kirana dan Andri Mashadi justru melahirkan performa akting yang luar biasa.
Di awal pengambilan gambar, mereka sempat beberapa kali melakukan pengulangan (retake). Namun karena ingin segera menyelesaikan adegan agar bisa kembali ke darat, keduanya sepakat untuk memberikan totalitas kemampuan mereka secara spontan di setiap adegan.
"Awal-awal kita sempat ulang-ulang take. Cuma karena udah makin ngantuk dan pusing, ya udah kita hajar aja, yang penting kita cepat ke darat. Sisanya ke belakang itu cuma sekali-sekali take aja (one take)," tutur Andri.
Upaya ekstra keras tersebut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran sutradara maupun rekan main seperti Cut Tary.
Rela Mabuk Laut, Akting Andri Mashadi dan Dinda Kirana di "Wajah Cinta Yang Lain" Banjir Pujian https://t.co/QB9A5WOm5l
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 22, 2026
Menurut Cut Tary, sutradara sangat bersyukur dan memuji akting Andri dan Dinda yang dinilai mampu menyampaikan emosi pasangan suami-istri secara natural dan menyentuh, meskipun dalam tekanan cuaca dan keterbatasan waktu.
Pengorbanan tersebut terbayar tuntas. Golden scene percekcokan dramatis di atas kapal itu menuai banjir pujian dari para penggemar setia SCTV Fevers.
Chemistry apik antara Andri Mashadi dan Dinda Kirana dalam kondisi "mabuk laut" tersebut justru dinilai sangat hidup dan menjadi salah satu adegan paling memorable dalam “Wajah Cinta Yang Lain”. //Her
