TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Selamatkan Pesisir Batang, Polda Jateng Tanam 1.000 Bibit Mangrove

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menanam pohon mangrove sebagai bagian dari program Green Policing

WARTAJOGLO, Batang - Ancaman abrasi dan banjir rob yang terus membayangi kawasan pesisir Kabupaten Batang membutuhkan langkah nyata dan kerja sama lintas sektor. 

Tak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah, upaya menjaga garis pantai juga membutuhkan keterlibatan masyarakat serta dukungan berbagai pihak.

Berangkat dari semangat tersebut, Polda Jawa Tengah menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di Desa Denasri, Kabupaten Batang, Jumat 23 Oktober 2026. 

Kegiatan yang dipimpin Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan itu menjadi bagian dari program green policing atau pemolisian yang turut mengedepankan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Langkah ini menjadi wujud komitmen Polri untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut menjawab persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Terlebih, abrasi dan banjir rob di Kabupaten Batang telah berdampak pada wilayah seluas lebih dari 400 hektare. 

Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa perlindungan kawasan pesisir membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan, keterlibatan kepolisian dalam pelestarian lingkungan merupakan implementasi nyata konsep Polisi Bersama Masyarakat, sebagaimana program yang didorong oleh Kapolri.

“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline. Bagaimana kita mengaplikasikan program yang disampaikan Bapak Kapolri, salah satunya melalui green policing, yaitu bagaimana polisi bersama masyarakat ikut melestarikan ekosistem dan lingkungan,” ujar Roy.

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. 

Melalui program green policing, kepolisian berupaya mendorong agar kepedulian terhadap alam tidak berhenti pada imbauan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Bukan Sekadar Menanam

Penanaman 1.000 bibit mangrove di Desa Denasri menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perlindungan ekosistem pesisir. 

Namun, Kapolda mengingatkan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam.

Lebih dari itu, keberlanjutan program sangat bergantung pada perawatan tanaman dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.

Mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir, termasuk membantu meredam energi gelombang dan mengurangi risiko pengikisan pantai. 

Karena itu, keberadaan tanaman ini perlu dijaga agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kesadaran inilah yang ingin dibangun melalui program green policing. Upaya penghijauan diharapkan tidak menjadi kegiatan sesaat, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Polda Jateng juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. 

Langkah ini dilakukan agar penanaman mangrove dapat diselaraskan dengan program pelestarian lingkungan yang telah berjalan di Kabupaten Batang.

“Kami bersama pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati, tentunya akan melakukan pemeliharaan terhadap tanaman mangrove itu sendiri supaya bisa tumbuh lebih baik,” ungkap Roy.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penghijauan sekaligus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam merawat tanaman yang telah ditanam.

Dampak Abrasi dan Rob

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polda Jateng dan Polres Batang dalam mendukung perlindungan lingkungan pesisir.

Menurut Faiz, persoalan abrasi dan banjir rob bukan perkara sederhana. Penanganannya membutuhkan sumber daya yang besar, tenaga yang memadai, serta gagasan dan dukungan dari berbagai sektor.

Dengan dampak yang telah menjangkau lebih dari 400 hektare wilayah, Kabupaten Batang membutuhkan kolaborasi yang kuat untuk memperkuat langkah mitigasi dan menjaga kawasan pesisir dari ancaman kerusakan lebih lanjut.

“Kami pemerintah daerah dan masyarakat tentu sangat terbantu, karena penanaman ini membutuhkan sumber daya yang besar, tenaga yang banyak, dan ide dari berbagai sektor. Alhamdulillah, polisi hadir bersama masyarakat dan pemerintah untuk mencegah abrasi dan rob di Kabupaten Batang,” kata Faiz.

Dukungan kepolisian, lanjutnya, menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan penanaman mangrove juga memperlihatkan bahwa perlindungan lingkungan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. 

Dibutuhkan kesamaan visi dan langkah agar program yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata.

Program Green Policing

Program green policing yang dijalankan Polda Jateng menegaskan bahwa peran kepolisian dapat hadir lebih luas dalam kehidupan masyarakat. 

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga dapat menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menjawab tantangan lingkungan.

Dalam konteks pesisir Batang, penanaman mangrove menjadi pintu masuk untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pantai.

Namun, keberhasilan upaya tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi setelah kegiatan penanaman selesai. Pemeliharaan bibit, pengawasan lingkungan, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting agar mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat sesuai fungsinya.

Polda Jateng berharap, melalui program ini, kesadaran untuk menjaga kelestarian alam semakin tumbuh dan menjadi tanggung jawab bersama. //Bang

Type above and press Enter to search.