TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Siapkan Program Ekonomi Hijau di Sragen, BEM UTP Surakarta Raih Hibah Kemendiktisaintek

BEM UTP Surakarta berhasil memperoleh hibah Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)

WARTAJOGLO, Solo – Sampah organik dan sisa pangan yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa. 

Peluang inilah yang ingin dikembangkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melalui program Aksara Peduli 2026 di Desa Tegalombo, Kabupaten Sragen.

Program tersebut berhasil memperoleh hibah Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Sebanyak 21 mahasiswa dari enam program studi bersama tiga dosen pelaksana akan mendampingi masyarakat mengembangkan kegiatan produktif berbasis ekonomi hijau selama Oktober–Desember 2026.

Tema yang diusung adalah “Transformasi Ekonomi Hijau Berbasis Kolaborasi Perempuan dan Pemuda Desa Tegalombo melalui Teknologi Reduksi Sisa Pangan, Valorisasi Sampah Organik, dan Inklusi Keuangan”.

Dengan tema tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga penguatan kemampuan warga dalam mengembangkan usaha.

Sisa pangan dan sampah organik akan didorong agar memiliki nilai tambah melalui praktik pengolahan bahan organik. 

Pendampingan juga mencakup penguatan kelembagaan, keselamatan kerja, pembukuan sederhana, perhitungan harga pokok produksi, pengembangan merek, hingga pemasaran produk.

Perempuan dan pemuda desa menjadi kelompok prioritas dalam program ini. Keduanya diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus membangun kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Ketua pengusul program, Prof. Dr. Nuruddin Priya Budi Santoso, M.Or., mengatakan hibah tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hibah ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap Aksara Peduli mampu mendorong pengembangan ekonomi hijau di Desa Tegalombo sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Nuruddin menjalankan program bersama dua dosen anggota pelaksana, yakni Dr. Susilaningtyas Budiana Kurniawati, S.E., M.Si., dari Program Studi Akuntansi dan Zandra Dwanita Widodo, S.Pd., S.E., M.M., dari Program Studi Manajemen.

Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan membuat pendampingan lebih menyeluruh, mulai dari aspek teknis pengolahan bahan organik hingga pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.

Libatkan Karang Taruna dan Kelompok Wanita Tani

Ketua BEM UTP Surakarta, Nevara Audya Sakahayu, yang juga mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, turut menjadi bagian dari tim pelaksana.

Keterlibatan BEM menempatkan mahasiswa bukan sekadar peserta program, melainkan penggerak koordinasi, fasilitasi, dokumentasi, dan evaluasi kegiatan di lapangan.

“Melalui Aksara Peduli, kami ingin berkolaborasi dengan masyarakat Desa Tegalombo untuk mengembangkan potensi desa melalui pemanfaatan sampah organik dan penguatan kegiatan ekonomi produktif. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nevara.

Pelaksanaan kegiatan akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Desa Tegalombo di bawah kepemimpinan Kepala Desa Joko Sukismo. Tim juga menggandeng Karang Taruna Eka Bhakti dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur sebagai mitra masyarakat.

Keterlibatan kedua kelompok tersebut diharapkan memperluas partisipasi pemuda dan perempuan, sekaligus memastikan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga.

Rangkaian program dimulai dari konsolidasi dan asesmen awal bersama pemerintah desa, dilanjutkan penguatan kelembagaan, praktik pengolahan sisa pangan dan bahan organik, serta pelatihan pencatatan keuangan dan kewirausahaan.

Pada tahap akhir, tim akan mengevaluasi kompetensi dan hasil kegiatan sebelum menyerahkan keluaran program kepada mitra desa. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melihat manfaat yang telah dicapai sekaligus merancang keberlanjutan kegiatan.

Tim mahasiswa melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Manajemen, yakni Laura Meisya Anandita, Afrima Lifoniar, Marcello Zullynar Tangkas, Mohammad Aditiya Firmansyah, Rifa Nour Aini Putri, Angga Dwi K, Sadam Al Qorni, dan Adnin Selviana Putri.

Sementara itu, empat mahasiswa Program Studi Akuntansi yang terlibat adalah Marshelia Alya Qourinsya, Aprilia Indah Permatasari, Iid Maratus Sholihah, dan Larasati Sukardi.

Melalui Aksara Peduli 2026, UTP Surakarta berupaya memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat membantu warga Desa Tegalombo mengembangkan keterampilan pengolahan bahan organik dan pengelolaan usaha.

Lebih dari sekadar mengubah sampah menjadi produk bernilai, kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi desa dengan menempatkan perempuan dan pemuda sebagai penggerak perubahan. //Sik

Type above and press Enter to search.