TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Tampil Memukau, Mahasiswa ISI Surakarta Borong Dua Penghargaan di Festival Kompetisi Sinden Nasional

Nareswari Argya Praba Kinasih menerima piala sebagai juara pertama Festival Kompetisi Sinden Nasional #2 2026 yang digelar di Graha Sawunggaling, Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

WARTAJOGLO, Surabaya – Seni sinden kembali menunjukkan daya hidupnya di tangan generasi muda. 

Dua mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sukses membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam Festival Kompetisi Sinden Nasional #2 2026 yang digelar di Graha Sawunggaling, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Lidah Wetan, 29 September 2026.

Prestasi tersebut diraih Nareswari Argya Praba Kinasih yang keluar sebagai Juara I, serta Naila Nur Syifa yang meraih Juara Harapan II. Keduanya merupakan mahasiswi Program Studi Seni Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta.

Hasil tersebut sekaligus menegaskan kemampuan mahasiswa seni tradisi ISI Surakarta untuk bersaing di tingkat nasional, sekaligus memperlihatkan bahwa seni sinden masih memiliki ruang yang kuat di tengah perkembangan budaya populer.

Festival Kompetisi Sinden Nasional #2 2026 diinisiasi oleh Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Seni Budaya Majapahitan UNESA. 

Ajang tersebut mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia dalam sebuah kompetisi yang diarahkan untuk mendorong keberlanjutan seni tradisional sinden di kalangan generasi muda.

Ketua Jurusan Seni Karawitan ISI Surakarta, Danis Sugiyanto, S.Sn., M.Hum., mengapresiasi capaian yang diraih kedua mahasiswinya.

Menurutnya, keberhasilan Nareswari dan Naila merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya membutuhkan kemampuan vokal, tetapi juga dedikasi dan latihan yang konsisten.

"Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Nareswari dan Naila. Pencapaian ini merupakan buah dari dedikasi, latihan keras yang konsisten, serta kecintaan yang mendalam terhadap seni vokal tradisi," ujar Danis.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki kemampuan untuk mengembangkan seni tradisi sekaligus membawanya ke ruang kompetisi yang lebih luas.

"Di tengah gempuran budaya modern, keberhasilan mereka membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya mampu menjaga, tetapi juga mengukir prestasi tinggi melalui seni karawitan," lanjutnya.

Danis berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian individual, tetapi dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk semakin berani berkarya dan berkompetisi.

"Kami berharap kemenangan ini menjadi inspirasi dan pemacu semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, melestarikan kebudayaan Nusantara, dan berani tampil berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Dua penghargaan yang diraih tersebut semakin memperkuat peran FSP ISI Surakarta dalam menyiapkan generasi seniman tradisi yang tidak hanya memiliki kemampuan artistik, tetapi juga mampu tampil kompetitif di tingkat nasional. //Bang

Type above and press Enter to search.