POPULER

Menjaring Penerus Sang Maestro dalam Lomba Menyanyi Lagu Didi Kempot

Menjaring Penerus Sang Maestro dalam Lomba Menyanyi Lagu Didi Kempot


Bersamaan dengan peringatan meninggalnya almarhum Didi Kempot, sebuah lomba menyanyi digelar untuk tetap melestarikan karya-karya sang maestro

WARTAJOGLO, Solo - Lagu Kangen Nickeri karya Didi Kempot, terdengar menggema, saat seorang pria bertubuh gempal masuk ke dalam cafe Wahyu Tumurun (WT) Kota Solo. Pria bernama Anwar inipun langsung menuju ke sebuah meja yang berada di salah satu sudut cafe. Untuk mendaftarkaan diri sebagai peserta lomba menyanyi lagu-lagu Didi Kempot.

Ya, bersamaan dengan peringatan 100 hari meninggalnya sang maestro campursari Didi Kempot, cafe yang berada di kawasan Gajahan ini menggelar lomba menyanyi. Di mana lagu-lagu karya Didi Kempot menjadi pilihan materi yang akan dilombakan.

KPHAd Daryonagoro pemilik cafe menjelaskan, bahwa ide untuk menggelar lomba itu tak lepas dari keinginannya untuk terus mengenang karya-karya Didi Kempot. Karena itulah, bersamaan dengan peringatan 100 hari meninggalnya sang tokoh, dia terpikir untuk membuat acara yabg bersifat memorial. Dan saat hal itu disampaikan ke Yan Velia istri Didi kempot, ternyata rencana itu disambut dengan positif.

"Saya coba menyampaikan ide ini ke Mbak Yan Velia. Karena bagaimanapun beliau adalah istrinya. Jadi istilahnya saya harus minta ijin dulu. Dan ternyata beliau mendukung. Bahkan nanti bersedia jadi salah satu juri," jelasnya saat ditemui di cafenya pada Selasa (28/7) malam.

KPHAd Daryonagoro
Dihubungi secara terpisah, Yan Velia sendiri sangat mendukung acara yang akan digelar di cafe WT dengan iringan organ tunggal itu. Sebab dengan begitu, berarti masih banyak orang yang menggaungkan dan melestarikan karya-karya almarhum suaminya.

"Saya senang dengan acara itu. Karena hal itu berarti karya-karya Mas Didi masih tetap dikenang dan tentunya dinyanyikan banyak orang," akunya saat dihubungi lewat sambungan telepon. 

Selanjutnya pria yang akrab disapa Kanjeng Cuk ini juga menambahkan bahwa Yan Velia sempat berencana untuk mengorbitkan sang pemenang dalam lomba, untuk menjalani rekaman. Hanya saja rencana itu tidak dilanjutkan karena, niat awal lomba hanya sebatas untuk hiburan, di tengah masa pandemi.

"Saya sempat menyarankan agar rencana (rekaman) itu tidak diwujudkan. Sebab khawatirnya nanti yang mendaftar justru para penyanyi profesional. Padahal niat saya di sini untuk menjaring para pemula, yang kebetulan suka menyanyi. Untuk ikut melestarikan karya-karya Didi Kempot. Tapi kalau misalnya nanti Mbak Yan mau melanjutkan niatnya, ya itu terserah. Tapi bukan bagian dari acara lomba ini," sambung Kanjeng Cuk. 

Seorang peserta sedang mendaftar untuk mengikuti lomba di cafe WT
Lomba menyanyi itu sendiri rencannaya akan digelar pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2020. Di mana karena masih dalam masa pandemi, serangkaian syarat ketat diberlakukan. Selain terkait penerapan protokol kesehatan, peserta juga hanya dibatasi maksimal 100 orang. Itupun hanya khusus untuk mereka yaang berdomisili di wilayah Solo Raya. 

"Sebenarnya antusiasme juga datang dari mereka yang dari luar kota. Banyak yang kontak dan ingin daftar. Tapi kami sengaja membatasi untuk wilayah Solo Raya saja. Karena situasinya masih dalam masa pandemi. Sehingga mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona dari luar daerah," tegas pria yang juga sentana dalem Keraton Surakarta Hadiningrat itu. 

Ada beberapa lagu yang sudah disiapkan panitia untuk dilombakan. Di mana ada satu lagu wajib yakni Banyu Langit dan beberapa lagu pilihan seperti Stasiun Balapan, Cidro, Pamer Bojo, Kalung Emas dan Trisno Sepisan.

Terkait lagu-lagu itu, Yan Velia sendiri sebagai salah satu juri menjelaskan bahwa lagu-lagu yang ditentukan itu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Sehingga diharapkan nantinya para peserta akan mendapatkan tantangan tersendiri. Yang tentu menuntutnya untuk mengeluarkan segenap kemampuan, agar bisa membawakan lagu-lagu itu dengan baik.


"Lagu-lagu Mas Didi itu indah-indah dan bagus-bagus. Salah satunya lagu Banyu Langit. Dan lagu ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri, yang berbeda dengan lagu lainnya. Makanya kenudian lagu ini saya pilih untuk jadi lagu wajib bagi para peserta," ujar ibu dari Saka dan Seika ini. 

Yan Velia nantinya akan menjadi juri bersama penyanyi Rima Ervina dan Ika Puspita. Selain itu juga ada Sandi Ria Ervina yang selama ini dikenal sebagai pemain biola di band Lare Jawi. Yang selalu setia mengiringi almarhum Didi Kempot saat manggung. //sik

Video Terkait:

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel