TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

PaPeDa, Langkah Strategis Indosat Berdayakan Perempuan Daerah Lewat Teknologi

Upaya memberdayakan perempuan daerah melalui teknologi dilakukan oleh Indosat melalui program PaPeDa

WARTAJOGLO, Jakarta - Perempuan memiliki peran vital sebagai penggerak komunitas. Namun, tidak sedikit perempuan di daerah yang masih terbatas aksesnya terhadap sumber daya, pelatihan, maupun teknologi. 

Melihat tantangan itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui gerakan SheHacks meluncurkan inisiatif baru bertajuk Pandu Perempuan Daerah (PaPeDa), sebuah program yang dirancang untuk membuka ruang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan inovasi berbasis teknologi.

SheHacks sejak awal dikenal sebagai gerakan untuk mengurangi kesenjangan gender dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. 

PaPeDa hadir sebagai perluasan dampaknya, dengan fokus pada perempuan di daerah yang berpotensi besar namun sering kali terkendala akses.

Lewat program ini, para perempuan tidak hanya diberikan inspirasi, tetapi juga pendampingan praktis mulai dari perencanaan, storytelling, pengukuran dampak, hingga pelaporan. 

Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin komunitas perempuan yang dapat menjalankan mini SheHacks di lingkungannya masing-masing.

Upaya pemberdayaan ini tidak berdiri sendiri. IOH berkolaborasi dengan UN Women dan Kumpul.id untuk menyeleksi dan membina para peserta.

“Melalui PaPeDa, kami ingin memastikan perempuan di daerah mendapatkan akses yang setara untuk mengembangkan potensi mereka. Kami percaya perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan,” ungkap Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo Hutchison pada Senin 29 September 2025.

Bagi UN Women, kolaborasi ini melanjutkan komitmen panjang dalam mendukung perempuan Indonesia.

“PaPeDa adalah langkah signifikan untuk memperkuat ketangguhan komunitas, khususnya menghadapi tantangan besar. Kami yakin kepemimpinan perempuan akan membawa perubahan yang lebih luas,” tambah Dwi Faiz, Head of Programme UN Women Indonesia.

PaPeDa dirancang dengan seleksi ketat. Dari 86 perempuan pemimpin komunitas yang ikut serta, hanya Top 30 yang melaju, kemudian Top 15, hingga akhirnya dipilih Top 8 finalis terbaik. 

Para finalis ini akan memperoleh sertifikasi PaPeDa, serta berhak menyelenggarakan mini SheHacks di komunitas mereka.

Lebih dari sekadar penghargaan, program ini membuka peluang berharga seperti kelas pitching lanjutan, jaringan baru, hingga akses pendanaan untuk mewujudkan gagasan mereka.

PaPeDa menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya program sesaat, melainkan investasi jangka panjang. 

Dengan membekali perempuan daerah sebagai motor penggerak komunitas, IOH bersama mitra berupaya menghadirkan perubahan nyata yang berdampak luas.

“PaPeDa hanyalah langkah awal. Dengan pembekalan yang tepat, perempuan dapat semakin berdaya dan berkontribusi mendorong kemajuan,” tutup Irsyad. //Sik

Type above and press Enter to search.