TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Potensi Besar Jawa Tengah Tarik Perhatian Prancis

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan cinderamata kepada Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone

WARTAJOGLO, Semarang – Jawa Tengah semakin dilirik dunia internasional. Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, secara khusus menyebut provinsi ini sebagai wilayah prioritas kerja sama strategis bagi negaranya.

Bukan tanpa alasan, Jawa Tengah memiliki kekayaan budaya, daya tarik wisata, serta peluang ekonomi dan investasi yang menjanjikan. 

Inilah yang menurut Penone menjadi daya tarik utama sehingga Prancis ingin memperkuat hubungan secara lebih terstruktur.

“Kunjungan ini bukan sekadar protokoler. Ini untuk meyakinkan Jawa Tengah adalah provinsi prioritas sehingga pendekatan kami sifatnya terstruktur,” ungkapnya saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, pada Kamis 25 September 2025.

Sebagai pusat warisan budaya Jawa, provinsi ini dikenal dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan, batik, seni pertunjukan, hingga tradisi pesantren. 

Kekayaan budaya tersebut tidak hanya menjadi magnet wisata, tetapi juga pintu masuk kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan kebudayaan.

Prancis yang memiliki tradisi kuat dalam seni dan budaya, melihat potensi besar untuk mengembangkan program pertukaran pelajar, pendidikan vokasi, serta kerja sama antar universitas di Jawa Tengah.

Secara ekonomi, Jawa Tengah menawarkan iklim investasi yang kompetitif. Data Dinas Penanaman Modal dan PTSP mencatat, investasi Prancis hingga semester I 2025 mencapai Rp259,3 miliar, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Beberapa perusahaan Prancis sudah hadir di Jawa Tengah, seperti Albéa Semarang di Demak yang memproduksi kemasan kosmetik, Cipta Mortar Utama di Semarang, hingga industri mebel di Jepara. 

Kehadiran ini menunjukkan bahwa provinsi ini telah menjadi rumah yang ramah bagi investor asing.

Fabien Penone bahkan berencana mengunjungi pabrik Albéa, dengan harapan bisa mendorong lebih banyak perusahaan asal Prancis menanamkan modal di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Jawa Tengah juga menyiapkan berbagai proyek kerja sama yang terbuka bagi mitra asing, mulai dari pembangkit listrik tenaga minihidro, pengembangan pariwisata, industri kelapa terpadu, hingga rumah sakit berbasis green hospital.

Potensi inilah yang membuat Jawa Tengah berbeda dari provinsi lain. Dengan pendekatan pembangunan yang holistik, daerah ini bukan hanya menawarkan keuntungan ekonomi, tetapi juga peluang kontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik langkah Prancis menjadikan Jawa Tengah sebagai prioritas. 

Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan 11 program prioritas daerah, termasuk pembangunan infrastruktur, pemerataan pendidikan, hingga penguatan desa maju dan berdaya.

“Pasca penandatanganan kerja sama oleh presiden di Prancis, hubungan akan semakin ditingkatkan di Indonesia, terutama di Jawa Tengah. Kita juga membuka banyak investasi, terutama di bidang edukasi, pertukaran pelajar, pendidikan vokasi, dan lainnya,” kata Luthfi.

Dengan kekuatan budaya, peluang pariwisata, dan iklim investasi yang kondusif, Jawa Tengah kini tidak hanya menjadi jantung Pulau Jawa, tetapi juga pemain penting di panggung global. 

Pujian Dubes Prancis menegaskan bahwa potensi provinsi ini siap berkembang lebih jauh melalui kolaborasi internasional. //Sik

Type above and press Enter to search.