| Rektor dan jajaran pimpinan ISI Surakarta berfoto bersama perwakilan dari Provinsi Maluku Utara dalam rangka penjajakan kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan |
WARTAJOGLO, Solo - Suasana Pendapa GPH Djojokusumo, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, pada Senin 10 Noveber 2025 sore terasa istimewa.
Dua tarian bertema perang yakni Perang Kembang dari Solo dan Soya-soya dari Maluku Utara, mewarnai pertemuan antara perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan jajaran pimpinan ISI Surakarta.
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara Maluku Utara dan ISI Surakarta.
Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak membahas berbagai program yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pemajuan kebudayaan.
Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi budaya sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan seni di Indonesia bagian timur.
“Intinya pembahasan kami adalah rencana kerja sama ke depan terkait bidang Tridharma Perguruan Tinggi dan kemajuan kebudayaan. Kami sudah membicarakan roadmap kebudayaan Maluku Utara, termasuk pendampingan pendidikan seni di berbagai jenjang sekolah,” terang Dr. Bondet.
Dalam waktu dekat, ISI Surakarta akan melakukan pendampingan penerapan kurikulum seni budaya di sekolah-sekolah di Maluku Utara, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
Selain itu, akan dibangun Digital Library yang memuat dokumentasi potensi seni budaya Maluku Utara, lengkap dengan dukungan riset dari mahasiswa S1, S2, S3, dan para dosen ISI Surakarta.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa asal daerah tersebut yang ingin menempuh pendidikan di ISI Surakarta.
Langkah ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak seniman dan peneliti muda yang memahami akar budayanya.
“Selain penguatan akademik, kami juga akan mengembangkan literasi seni budaya yang nantinya bermuara pada penyelenggaraan festival budaya di Maluku Utara. Festival itu akan melibatkan empat kesultanan besar yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo sebagai pilar kebudayaan daerah,” lanjut Dr. Bondet.
Rektor ISI Surakarta juga menguraikan empat bidang strategis kerja sama yang akan dijalankan, yakni pendidikan seni, penelitian dan riset, pengabdian kepada masyarakat dan pemajuan kebudayaan.
“Kerja sama ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan budaya Indonesia. Dengan semangat gotong royong, kita dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi kemajuan seni, budaya, dan pendidikan di kedua wilayah,” tegas Rektor ISI Surakarta.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari misi besar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan daerah.
“Maluku Utara memiliki warisan adat dari empat kesultanan besar Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo serta 32 bahasa daerah yang tersebar di seluruh provinsi. Potensi ini harus menjadi modal percepatan pembangunan berbasis kebudayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil penjajakan dengan ISI Surakarta akan segera dilaporkan kepada Gubernur untuk ditindaklanjuti, terutama terkait dukungan dalam pengabdian masyarakat dan penguatan pendidikan budaya.
“Program beasiswa Bangkit yang disiapkan Gubernur menargetkan seribu mahasiswa penerima manfaat, dan kerja sama dengan ISI Surakarta menjadi bagian penting dari upaya itu,” tambahnya.
Dua Tarian Perang Iringi Penjajakan Kerja Sama antara ISI Surakarta dengan Provinsi Maluku Utara https://t.co/ZNzqrncV0I
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) November 11, 2025
Selain itu, Staf Ahli Gubernur Maluku Utara, Monica Lenny, juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Ia berharap seluruh kesepakatan yang dibahas dapat segera diwujudkan.
“Rencananya pada 20 November 2025 nanti, Ibu Gubernur akan datang langsung ke ISI Surakarta untuk memberikan kuliah umum. Ini menandai komitmen serius Pemprov Maluku Utara terhadap kerja sama ini,” ungkap Monica. //SIk