![]() |
| Di usia 25 tahun, Shakey meluncurkan single terbaru berjudul "Yang Ada Padamu" |
WARTAJOGLO, Jakarta - Perjalanan panjang sebuah band tak selalu tentang popularitas sesaat, tetapi tentang konsistensi, kesetiaan pada karya, dan kemampuan bertahan melintasi waktu.
Itulah yang kini dirayakan oleh SHAKEY, band asal Yogyakarta yang genap menapaki usia 25 tahun di industri musik Tanah Air.
Terbentuk pada 5 Maret 2000, Shakey menjadi salah satu band yang tumbuh dari skena musik independen Yogyakarta.
Nama mereka mulai dikenal luas ketika lagu “Miliki Aku” masuk dalam album kompilasi Indie Ten 2 pada tahun 2002, yang mengantarkan Shakey ke panggung nasional.
Sejak saat itu, perjalanan musikal mereka terus berlanjut, ditandai dengan perilisan dua album penuh dalam format kaset dan CD pada tahun 2004 dan 2008.
Kini, setelah seperempat abad berkarya, Shakey hadir dengan formasi terbarunya yang solid: Dinno (vokal), Opik (bass), Dionn (keyboard), dan Andrie (drum).
Formasi ini menjadi wajah baru Shakey dalam merayakan fase penting perjalanan mereka, sekaligus menjadi energi segar untuk melangkah ke masa depan.
Momentum 25 tahun ini ditandai dengan dirilisnya single terbaru bertajuk “Yang Ada Padamu”, sebuah lagu yang menjadi kerinduan panjang para penggemar.
Lagu ini tetap mempertahankan identitas khas Shakey—warna pop rock dengan sentuhan distorsi gitar dan hentakan drum yang tight—serta kekuatan utama pada karakter vokal Dinno yang emosional dan mudah dikenali.
“Yang Ada Padamu” menghadirkan kisah sederhana namun kuat, tentang seseorang yang menyimpan rasa, berharap, dan percaya bahwa suatu hari ia akan memiliki hati orang yang dikaguminya.
Lirik seperti “Yang ada padamu, terciptakah untukku, tak kuasa aku lebih lama merasa, ku harus memilikimu” menjadi representasi dari perasaan yang jujur dan universal.
Di balik lagu ini, Dinno tidak hanya berperan sebagai vokalis, tetapi juga sebagai penulis lagu. Sosoknya dikenal luas sebagai penulis dan produser untuk banyak musisi papan atas Indonesia seperti Rossa, Rio Febrian, Nagita Slavina, Anneth, Armand Maulana, hingga Ruth Sahanaya.
Sementara itu, Opik sang basis juga aktif berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama seperti Seventeen dan Armada, memperkuat kualitas musikal Shakey secara keseluruhan.
Menariknya, proses produksi single “Yang Ada Padamu” dipercayakan kepada Sasi Kirono, produser yang dikenal lewat sentuhan magisnya pada karya-karya musisi Yogyakarta, termasuk Putri Ariani.
Kolaborasi ini semakin mempertegas keseriusan Shakey dalam menghadirkan karya yang matang dan berkelas.
Di tahun 2025 ini, Shakey juga merilis kembali seluruh katalog album lamanya ke berbagai platform musik digital.
Langkah ini menjadi napas baru, sekaligus jembatan bagi generasi pendengar baru untuk mengenal perjalanan panjang band yang tumbuh bersama geliat musik Indonesia sejak awal 2000-an.
Menariknya, meski kini hadir di berbagai platform digital, Shakey tetap menaruh cinta yang besar pada radio.
25 Tahun Berkarya, Shakey Kembali Menyapa dengan “Yang Ada Padamu” https://t.co/GbTkQHwjac
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) December 28, 2025
Medium inilah yang dahulu menjadi rumah pertama bagi karya-karya mereka. Radio pula yang mengantarkan Shakey dikenal luas, khususnya di Yogyakarta.
Karena itu, promosi single “Yang Ada Padamu” pun difokuskan kembali ke radio—sebuah bentuk penghormatan terhadap medium yang membesarkan nama mereka. //Bang
