TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Pentingnya Guru Menguasai AI untuk Efektifitas Pembelajaran

Dr Dwijoko Purbohadi, ST, MT sedang menyampaikan materi tentang AI di hadapan para guru se Solo raya yang mengikuti YASMI Workshop Series #1 bertajuk “Ada Apa Dengan Artificial Intelligence”

WARTAJOGLO, Sukoharjo - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah merambah hampir ke setiap lini kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. 

Bagi guru, fenomena ini bukanlah sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menjaga relevansi dan kualitas pembelajaran.

Pentingnya peran guru dalam menguasai teknologi ini menjadi topik utama dalam acara YASMI Workshop Series #1 bertajuk “Ada Apa Dengan Artificial Intelligence”, yang digelar di Grha FKAM, Pabelan, Sukoharjo, Kamis 4 Desember 2025. 

Acara ini diikuti oleh puluhan guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Solo Raya, serta dihadiri oleh perwakilan penting dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta.

Terdapat dua pembicara utama dalam workshop ini. Selain Dr. Dwijoko Purbohadi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, hadir pula Ronaldo Yolanda Putra, cofounder dari EasyPath, yang menawarkan sebuah aplikasi baru guna membantu para guru ataupun akademisi lain untuk membuat makalah ilmiah.

Dalam paparannya, Dr. Dwijoko dengan tegas menyatakan bahwa guru wajib beradaptasi dengan AI.

Menurut Dr. Dwijoko, kehadiran AI dan coding menuntut semua guru untuk menyesuaikan diri, karena mengabaikan perkembangan ini hanya akan merugikan siswa di masa depan.

"Guru harus tergerak bagaimana dia mengajarkan dengan AI," ujar Dr. Dwijoko. 

Adaptasi ini mencakup penggunaan AI baik untuk kepentingan mengajar langsung, maupun untuk mendukung proses-proses dalam menyiapkan materi pembelajaran.

Dosen Teknik Elektro ini menekankan bahwa penguasaan AI oleh guru sangat penting. 

Hal ini karena AI dapat membantu memecahkan masalah lama dalam metode pengajaran.

“Materi-materi yang dulu itu kurang mendukung kreativitas, kurang mendukung ke berpikir kritis, critical thinking, atau kurang mendukung untuk cepat paham. Nah, guru ini harus menyiapkan materi, harus menggunakan AI dengan bijak, dengan benar, supaya anak-anak cepat paham, kemudian sampai pada level dia bisa berkreasi sendiri,” katanya.

Dengan kata lain, AI adalah katalis untuk menumbuhkan sifat inovasi dan kreativitas pada siswa, yang sangat dibutuhkan di dunia saat ini.

Meskipun AI disebut kecerdasan buatan, Dr. Dwijoko mengingatkan bahwa manusia terutama guru dan siswa, harus berada di atas kecerdasan buatan.

"AI ini kan tools. Tools untuk membantu kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Berarti dalam menggunakan tools yang cerdas ini, otomatis kan kita harus lebih cerdas. Siswa-siswa juga harus lebih cerdas dari AI," tegasnya.

Sikap terhadap AI juga menjadi kunci. Dr. Dwijoko menegaskan bahwa AI harus diterima, bukan ditolak. 

Tantangannya adalah bagaimana cara menerima dan cara menggunakannya. Inilah mengapa kolaborasi dan riset bersama, seperti yang diinisiasi oleh YASMI, menjadi krusial agar guru dapat menggunakan AI untuk pembelajaran secara tepat.

Menghindari Kesalahan dan Memastikan EfektivitasPotensi salah dalam menyikapi atau menjalankan AI adalah risiko nyata. 

Dr. Dwijoko menekankan bahwa dengan adanya peran YASMI, guru diajak untuk mencari tahu tentang AI, melakukan aksi dan praktik, serta melakukan riset untuk memastikan penggunaan AI, tepat.

Intinya, AI harus dipandang sebagai tools, sama seperti internet, Google, dan browser di masa lalu—namun dengan tingkat kecerdasan yang jauh lebih tinggi.

Di akhir paparannya, Dr. Dwijoko merangkum signifikansi AI bagi guru dan pendidikan secara umum, di mana AI bisa membantu meningkatkan efektifitas kerja guru. Artinya bisa membantu guru bekerja lebih efisien.

AI juga memberi manfaat besar bagi Siswa, di mana AI membawa dampak positif yang besar bagi siswa, asalkan guru dapat menggunakannya dengan tepat.

"Inilah  pentingnya YASMI hadir dengan acara seperti ini," tandas Dr. Dwijoko, menyerukan kolaborasi antara pendidik, peneliti, dan kampus untuk bersama-sama menguasai dan memanfaatkan teknologi ini.

Dr. Dwijoko juga menyinggung perkembangan masa depan, di mana setelah era AI virtual, dunia akan segera menyambut era robot di dunia nyata, yang akan menjadi implementasi AI di lapangan. 

Kesigapan guru dalam menguasai AI hari ini adalah pondasi untuk menghadapi perubahan-perubahan revolusioner yang akan datang di masa depan. //Sik

Type above and press Enter to search.