![]() |
| Peluncuran e-KTAM untuk para anggota Muhammadiyah |
WARTAJOGLO, Solo - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan langkah strategis dalam transformasi digital pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Bersamaan dengan peresmian Gedung Ahmad Syafi’i Ma’arif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Sabtu 13 Desember 2025, UMS secara resmi meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah elektronik atau e-KTAM.
Peluncuran e-KTAM menandai babak baru dalam pengelolaan keanggotaan Muhammadiyah yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.
E-KTAM merupakan identitas resmi anggota Muhammadiyah berbasis digital yang dirancang untuk memudahkan akses bukti keanggotaan secara aman dan efisien.
Melalui sistem ini, anggota dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan administratif, mengikuti kegiatan persyarikatan, hingga memanfaatkan program-program khusus anggota.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menjelaskan bahwa e-KTAM yang terintegrasi dengan sistem akademik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses dan efisiensi bagi masyarakat yang ingin menjadi bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, digitalisasi ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan wujud komitmen UMS dalam mendukung penguatan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pada tahap awal, sebanyak 14 mahasiswa, termasuk mahasiswa asing, telah menjadi peserta perdana dalam sistem e-KTAM ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen UMS dalam memberikan kemudahan akses serta mendukung pengembangan persyarikatan yang inklusif,” ungkap Prof. Harun.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., turut menegaskan bahwa peluncuran e-KTAM di UMS merupakan bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam menata administrasi keanggotaan secara lebih tertib, modern, dan bertanggung jawab.
Ia menilai sistem digital ini menjadi fondasi penting bagi penguatan tata kelola organisasi ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir juga mendorong warga Muhammadiyah yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) namun belum menunaikan kewajiban iuran agar segera melakukan pembayaran sesuai ketentuan.
Selain itu, ia mengajak warga Muhammadiyah yang belum memiliki KTA untuk segera mengurus keanggotaan melalui sistem digital yang kini semakin mudah diakses.
“Sekarang pengurusan KTA jauh lebih sederhana, cukup melalui aplikasi tanpa harus datang ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ini bagian dari kemudahan yang kita siapkan,” ujarnya.
Peluncuran e-KTAM di UMS diharapkan menjadi model dan pionir bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya, dalam mengintegrasikan sistem akademik dengan pendataan anggota Muhammadiyah secara digital.
Ke depan, sistem ini diharapkan dapat menjadi standar nasional dalam pengelolaan pendidikan tinggi Muhammadiyah yang profesional, akuntabel, dan relevan dengan tuntutan era digital. //Kls
