![]() |
| PGSD Unisri menggelar kegiatan Praktisi Mengajar |
WARTAJOGLO, Solo - Menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tetapi juga memimpin, dalam hal ini memimpin kelas, memimpin kolaborasi dengan rekan sejawat, bahkan memimpin perubahan dalam dunia pendidikan dasar.
Kesadaran itulah yang mendorong Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan Praktisi Mengajar dengan tema inspiratif: “Memimpin yang Tua, Membimbing yang Muda.”
Kegiatan ini digelar di Gedung H Lantai 5 UNISRI Surakarta beberapa waktu lalu, dan diikuti oleh 120 mahasiswa semester 7, yang tengah menempuh mata kuliah Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan di SD.
Acara dibuka langsung oleh Kaprodi PGSD, Muklis Mustofa, S.Pd., M.Pd., yang juga pengampu mata kuliah tersebut.
Dalam sambutannya, Muklis menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah atribut eksklusif bagi kepala sekolah, melainkan kompetensi wajib bagi setiap calon guru.
“Mahasiswa PGSD harus dibekali bukan hanya ilmu mengajar, tapi juga kemampuan memimpin dengan bijak, mengelola tim, dan membimbing anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai jembatan antara teori dan realitas, UNISRI menghadirkan Priskila Malindo Marindasari, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SDN Wonowoso Surakarta, sebagai narasumber utama.
Dengan pengalaman nyata di garda terdepan pendidikan dasar, Priskila membagikan kisah, tantangan, dan strategi kepemimpinannya yang humanis namun tegas.
Ia menjelaskan bahwa filosofi “Memimpin yang Tua, Membimbing yang Muda” bukan sekadar slogan, melainkan prinsip operasional sehari-hari.
“Memimpin yang tua berarti menghargai pengalaman guru senior, mendengarkan masukan mereka, dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Sementara membimbing yang muda berarti membina guru pemula dan siswa dengan sabar, telaten, dan penuh kasih sayang,” paparnya.
Priskila juga membagikan tips praktis bagaimana membangun budaya kolaboratif di sekolah, menangani konflik internal, hingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif.
Semua disampaikan dengan gaya bercerita yang hangat dan penuh energi, membuat para mahasiswa larut dalam suasana diskusi yang hidup dan interaktif.
Kegiatan Praktisi Mengajar ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga penanaman nilai: bahwa kepemimpinan di sekolah dasar adalah tentang pelayanan, empati, dan keteladanan.
Di usia dini, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan—dan guru, apalagi pemimpin sekolah, menjadi cermin pertama dari dunia luar.
Gelar Kegiatan Praktisi Mengajar, PGSD UNISRI Surakarta Tekankan Kompetensi Kepemimpinan Seorang Guru https://t.co/OKs25diK81
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) January 21, 2026
Dengan bekal seperti ini, mahasiswa PGSD UNISRI tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pengajar, tetapi juga agen perubahan yang mampu memimpin dengan hati dan membimbing dengan visi.
Sebagaimana harapan Kaprodi PGSD, ke depannya, lulusan UNISRI akan menjadi figur-figur pendidik yang tidak hanya menguasai pedagogi, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan siap membangun fondasi pendidikan Indonesia dari akar. //Sik
