![]() |
| Dr. Hendi Pratama, S.Pd., M.A., menyampaikan materi di depan para guru BK dalam acara Workshop MGBK Solo Raya yang digelar Politeknik Indonusa |
WARTAJOGLO, Solo - Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, generasi Z tumbuh dalam dunia yang penuh pilihan—namun juga penuh ketidakpastian.
Kondisi ini sering kali menjadi beban berat bagi para siswa menjelang kelulusan sekolah menengah.
Untuk itulah, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi semakin vital, bukan hanya sebagai pendengar setia, tetapi sebagai arsitek transisi yang membantu siswa membangun jembatan antara masa kini dan masa depan.
Menyadari urgensi tersebut, Politeknik Indonusa Surakarta mengambil inisiatif strategis dengan menjadi tuan rumah Workshop Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Solo Raya pada Selasa, 20 Januari 2026.
Bertempat di Ballroom Sabha Kencana, Kampus 1 Politeknik Indonusa Surakarta, kegiatan ini mengusung tema “Strategi Pendampingan Gen Z: Peran Guru BK dalam Membangun Kesiapan Siswa untuk Kuliah, Kerja, dan Berwirausaha.”
Workshop dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Ir. Suci Purwandari, MM, Ph.D.
Dalam sambutannya, Suci menekankan pentingnya kolaborasi antara satuan pendidikan menengah dan perguruan tinggi demi menciptakan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di masa depan.
“Guru BK memiliki posisi yang sangat strategis dalam membantu siswa mengenali potensi diri, menentukan arah studi, sekaligus mempersiapkan kesiapan mental dan kompetensi untuk memasuki dunia kuliah, kerja, maupun berwirausaha. Politeknik Indonusa Surakarta siap menjadi mitra strategis dalam proses tersebut,” ujar Ir. Suci Purwandari dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Sebagai institusi pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan industri, Politeknik Indonusa Surakarta telah lama menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah menengah.
Hal ini untuk membangun jalur transisi yang mulus bagi lulusan, baik menuju dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Hendi Pratama, S.Pd., M.A., seorang pakar pendidikan dan pengembangan karier yang dikenal piawai menyampaikan materi secara interaktif dan aplikatif.
Dalam sesi utama workshop, ia mengupas tuntas karakteristik unik Generasi Z yakni digital native, cepat bosan, tetapi haus makna; ingin otonomi, namun butuh bimbingan yang personal dan relevan.
Dr. Hendi tidak hanya berbicara teori, tetapi juga memberikan strategi konkret yang bisa langsung diimplementasikan guru BK di sekolah masing-masing.
Mulai dari teknik asesmen minat dan bakat berbasis digital, pendekatan konseling karier yang menyentuh emosi, hingga cara mengintegrasikan literasi kewirausahaan sejak dini.
Sesi diskusi yang dipandu oleh Eni Lestari, M.I.Kom berlangsung hidup dan partisipatif.
Para guru BK tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif berbagi pengalaman lapangan mulai dari tantangan menghadapi siswa yang bingung memilih jurusan, hingga upaya meyakinkan orang tua agar mendukung pilihan non-konvensional seperti wirausaha atau pendidikan vokasi.
Melalui forum ini, para guru BK tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga merasa tidak sendirian dalam menjalankan misi mulia mereka.
Hadapi Tantangan Gen Z di Masa Depan, Politeknik Indonusa Surakarta Gelar Workshop MGBK se Solo Raya https://t.co/sASFqNrNwF
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) January 21, 2026
Workshop ini bukan sekadar ajang transfer ilmu, melainkan langkah awal dalam membangun jejaring kolaborasi yang berkelanjutan antara Politeknik Indonusa Surakarta dan MGBK Solo Raya.
Dengan semangat gotong royong, kedua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi dalam program-program pendampingan karier, pelatihan guru, hingga kunjungan industri dan kampus bagi siswa. //Bang
