![]() |
| Klinik Rehabilitasi “Ngudi Waras” milik Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta mendapat predikat sangat baik dalam survey Indeks Kepuasan Masyarakat |
WARTAJOGLO, Solo - Di tengah upaya nasional memerangi penyalahgunaan narkotika, Klinik Rehabilitasi “Ngudi Waras” milik Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta membuktikan bahwa pendekatan rehabilitasi yang penuh empati, profesional, dan berbasis komunitas benar-benar bisa mengubah hidup.
Prestasi gemilang ini terlihat jelas dari hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025.
Di mana klinik tersebut berhasil meraih nilai 3,66 dari skala 4, atau setara 91,50%, dengan predikat “Sangat Baik”.
Penghargaan ini bahkan diakui secara nasional melalui pemberian sertifikat oleh Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, sebuah apresiasi yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen klinik dalam memberikan layanan terbaik bagi para klien.
Klinik Ngudi Waras tidak hanya menyediakan layanan rehabilitasi rawat jalan bagi penyalahguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, tetapi juga menciptakan ruang aman, tanpa stigma, di mana pemulihan dimulai dari rasa percaya diri dan harga diri yang pulih.
“Jangan ragu untuk datang mengikuti rehabilitasi pada klinik kami. Rehabilitasi bukan untuk di penjara,” tegas Kepala BNN Kota Surakarta, Kombes Pol Ventie Bernard Musak, S.I.K., S.H., M.I.K. dalam himbauannya.
Pernyataan ini menjadi fondasi filosofi pelayanan Ngudi Waras: rehabilitasi adalah jalan pulang, bukan hukuman.
Dan keyakinan inilah yang mendorong klien—dan keluarga mereka—untuk datang secara sukarela, tanpa rasa malu atau takut.
Yang membedakan Ngudi Waras dari layanan rehabilitasi konvensional adalah komitmennya terhadap pemulihan jangka panjang.
Setelah masa rawat jalan selesai, klien tidak dibiarkan sendirian.
Melalui program pasca-rehabilitasi, tim klinik melakukan home visit (kunjungan rumah) untuk memantau kondisi psikologis dan sosial klien, lalu pertemuan kelompok dukungan yang membangun solidaritas sesama penyintas.
Berikutnya para penyintas diberikan pelatihan keterampilan ekonomi produktif agar mantan pengguna bisa mandiri secara finansial dan sosial.
Langkah ini sangat penting dalam mencegah kekambuhan yang menjadi tantangan terbesar dalam proses pemulihan dari ketergantungan zat.
Keberhasilan Ngudi Waras juga tidak lepas dari sinergi kuat dengan berbagai institusi terkait.
Yang mana BNN Kota Surakarta aktif bermitra dengan puskesmas di wilayah Surakarta, RSUD dr. Moewardi, RSJD dr. Arif Zainuddin, RSAU dr. Siswanto, serta sejumlah yayasan seperti Yayasan Cahaya Kusuma Bangsa, Yayasan Sedhah Mirah, dan Yayasan Anarga Sobwerhouse.
Kolaborasi ini memastikan bahwa layanan rehabilitasi tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam sistem kesehatan, sosial, dan ekonomi yang holistik.
Raih Predikat Sangat Baik, Klinik "Ngudi Waras" Buktikan Pelayanan Rehabilitasi yang Humanis dan Profesional https://t.co/76r1xr1vlX
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) January 21, 2026
Dengan predikat IKM “Sangat Baik”, Klinik Ngudi Waras tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat.
Semakin banyak orang yang sadar bahwa rehabilitasi adalah langkah berani, bukan aib. Dan semakin banyak keluarga yang berani membawa anggota tercinta untuk pulih, bukan menyembunyikannya. //Sik
