![]() |
| Turnamen Mahyong akan mewarnai perayaan datangnya tahun kuda api di Solo |
WARTAJOGLO, Solo - Memasuki tahun 2577 atau tahun 2026 yang merupakan tahun Shio Kuda Api, Panitia Bersama Imlek Surakarta telah menyiapkan serangkaian ornamen lampion yang lebih semarak dan penuh filosofi.
Ketua Panitia yang juga Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono Hadinoto, mengungkapkan bahwa perayaan kali ini mengedepankan semangat persatuan.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung PMS pada Kamis 29 januari 2026.
"Tahun 2026 shio kuda api, tema yang diambil adalah semangat tahun kuda mewujudkan harmoni di Surakarta," ujar Sumartono.
Sebagai daya tarik utama, panitia menghadirkan 10 lampion kuda dengan berbagai formasi unik.
Sumartono merinci bahwa lampion-lampion tersebut tidak hanya statis, namun ada yang dirancang bergerak untuk memberikan kesan hidup.
"Rangkaian acara Imlek tahun ini dimulai dari seperti biasa pemasangan 12 lampion shio, kemudian 10 lampion kuda. Tujuh ada di jarak antara lampion shio, kemudian satu yang berputar di ujung Gladag, kemudian satu berputar di perempatan Telkom," jelasnya secara detail.
Ia menambahkan bahwa pusat perhatian utama akan berada di depan kantor Wali Kota. "Tiga kuda ada di (Plaza) Balai Kota menjadi satu kesatuan sebagai ikon tahun kuda," tambahnya.
Selain lampion shio konvensional, tahun ini panitia memberikan sentuhan segar dengan menghadirkan karakter-karakter yang ramah anak dan legendaris. Di Plaza Balai Kota, warga dapat melihat 12 lampion shio dengan versi karakter kartun.
Tak kalah menarik, kisah klasik Journey to the West atau Perjalanan ke Barat juga diabadikan dalam bentuk lampion.
"Karena ini lampionnya tahun kuda, kita beri lampion Journey to the West, perjalanan ke barat mencari kitab suci. Jadi ada Biksu Tong Sam Cong, ada Sun Go Kong, ada Sa Ceng, dan satunya Cu Pat Kay," kata Sumartono sembari merinci karakter-karakter tersebut.
Kawasan Pasar Gede hingga Kali Pepe dipastikan akan tetap menjadi pusat keramaian warga. Sumartono menyebutkan ada sekitar 5.000 lampion bulat berwarna merah dan aneka warna lainnya yang terpasang di seputar Pasar Gede, Kelenteng Tien Kok Sie, hingga depan Balai Kota.
Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menyediakan berbagai photobooth di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan menyelenggarakan kompetisi bagi para pecinta seni visual.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga ada lomba foto dan jurnalistik, yang kami harapkan bisa memeriahkan suasana," tandasnya.
Beberapa acara baru pun disiapkan untuk menambah semarak perayaan Imlek tahun ini, di antaranya adalah workshop dan turnamen Mahyong, sebuah permainan khas asal Tionghoa, yang saat ini semakin banyak penggemarnya.
Tak Cuma Lampion dan Barongsai, Imlek di Solo juga akan Dimeriahkan Turnamen Mahyong https://t.co/hesH4po91z
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) January 29, 2026
"Kita ingin agar permainan Mahyong ini nantinya bisa diakomodir KONI dan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan," harap Sumartono.
Lalu ada juga Imlek Fun Run 2026, talkshow serta tentunya yang selalu dinantikan yakni kirab barongsai serta perayaan Cap Go Meh. //Sik
