![]() |
| Para anggota Sousei Kagura belajar membatik di Ndalem Joyokusuman |
WARTAJOGLO, Solo - Mengusung misi besar menyebarkan perdamaian dunia melalui kolaborasi seni dan budaya, delegasi seni Japan Art Sousei Kagura hadir di Solo.
Kehadiran mereka merupakan misi diplomasi budaya yang sarat makna spiritual.
Sousei Kagura sendiri adalah kelompok seni yang melestarikan Kagura, tarian sakral Jepang yang berusia ribuan tahun dan telah diwariskan hingga generasi ke-80.
Berakar dari tradisi spiritual Shinto, Kagura biasanya dipentaskan dalam ritual sebagai ungkapan doa, penghormatan kepada leluhur, serta simbol harmoni antara manusia dan alam.
Pimpinan Sousei Kagura, Hiroaki Omote, menjelaskan bahwa misi kelompoknya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menanamkan nilai perdamaian kepada generasi muda.
“Sousei Kagura bukan hanya tentang menari. Ini adalah warisan spiritual Jepang yang mengajarkan harmoni, rasa syukur, dan kedamaian. Kami ingin anak-anak muda di dunia memahami bahwa budaya bisa menjadi jembatan perdamaian,” ujar Hiroaki Omote saat berjumpa awak media di Ndalem Joyokusuman, pada Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa meski berakar pada tradisi kuno, Sousei Kagura tetap terbuka terhadap perkembangan zaman.
“Kami melakukan sedikit penyesuaian agar bisa diterima generasi sekarang, tetapi esensi sakral dan nilai leluhurnya tidak pernah kami ubah,” imbuhnya.
Perwakilan Sousei Kagura Indonesia, I Dewa Nyoman Arka, menegaskan bahwa kunjungan ini membawa semangat pertukaran energi positif antarbangsa.
“Kedatangan kami membawa tema perdamaian dunia lewat kolaborasi budaya dan seni. Seni itu bahasa universal, semua orang bisa merasakannya tanpa harus mengerti bahasanya,” ujar Dewa.
Selain tampil di panggung, 24 anggota delegasi sebelumnya juga mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta, Candi Sukuh dan Umbul Ngabean Pengging.
"Di Candi Sukuh kami melakukan ritual yang bertujuan memohon perdamaian buat alam semesta," lanjut pria asal Bali ini.
| Anggota Sousei Kagura menjalankan ritual di Candi Sukuh |
Di Solo, Sousei Kagura berkolaborasi dengan Sanggar Semarak Candra Kirana pimpinan Irawati Kusumorasri.
Mereka menggelar pentas seni di Ndalem Joyokusuman pada Sabtu 21 Februari 2026 malam.
Tak hanya menggelar pentas tarian sakral, di Ndalem Joyokusuman para anggota Sousei Kagura juga menyempatkan diri untuk belajar membatik.
Di bawah arahan Menil dari batik Walangkekek, mereka belajar menorehkan malam di atas lembartan kain putih yang sebelumnya telah dibuat sketsa-sketsa motif batik.
“Batik itu sejatinya keheningan seperti meditasi. Dengan suasana dan pikiran yang hening, baru bisa melakukan aktivitas itu,” ujar Dewa.
Bawa Misi Perdamaian Dunia, Japan Art Sousei Kagura Kunjungi Situs-situs Budaya di Solo https://t.co/zL75XGa6iM
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) February 21, 2026
Di puncak rangkaian acara, para anggota Sousei Kagura juga berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti sebagai bentuk penghormatan lintas bangsa kepada para pahlawan Indonesia.
Momen tersebut menjadi refleksi mendalam tentang arti pengorbanan dan perdamaian.
"Para pahlawan itu tidak mengenal kami, tapi mereka berani berkorban. Tanpa mereka, mungkin kami tidak bisa berdiri di sini hari ini,” pungkas Dewa. //Kls
