TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, HIMPO Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas di Rakernas 2026

Penandatanganan Pakta Integritas sebagai komitmen bersama untuk menjaga kesuburan tanah guna mendukung swasembada pangan

WARTAJOGLO, Solo - Upaya menyelamatkan masa depan lahan pertanian Indonesia kembali ditegaskan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Mitra Produsen Pupuk Organik (HIMPO) tahun 2026. 

Bertempat di Hotel Zigna Laweyan, Rabu (11/2/2026), Rakernas ini menjadi momentum penting bagi para produsen pupuk organik nasional untuk menyatukan langkah, memperkuat integritas, sekaligus mengembalikan kesuburan tanah yang kian tergerus.

Mengusung tema strategis “Pupuk Petroganik: Merawat Tanah, Mendukung Swasembada Pangan yang Berkelanjutan”, Rakernas HIMPO tidak sekadar menjadi forum evaluasi tahunan. 

Agenda utama yang mencuri perhatian adalah penandatanganan Pakta Integritas oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pertanian dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, PT Pupuk Indonesia (Persero), serta para anggota HIMPO seluruh Indonesia.

Pakta integritas tersebut menjadi simbol komitmen kolektif untuk menghadirkan pupuk organik berkualitas tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan petani terhadap produk dalam negeri.

Ketua HIMPO, Muhammad Parto, S.Sos., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti bahwa para produsen pupuk organik tidak semata digerakkan oleh orientasi keuntungan, melainkan juga oleh tanggung jawab sosial dan kepentingan publik.

“Kami berkomitmen memproduksi pupuk organik dengan mutu dan kualitas yang bagus. Tidak boleh asal-asalan. Ini adalah upaya kita bersama untuk memulihkan kesuburan tanah yang sudah mulai tergerus akibat penggunaan pupuk kimia yang sangat tinggi selama bertahun-tahun,” ujar Parto.

Menurut pria asal Sumenep, Madura tersebut, tanah yang sehat adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional. 

Melalui HIMPO, seluruh produsen kini berada dalam satu wadah yang memungkinkan pengawasan mutu berjalan ketat dan terstandar. 

Bahkan, setiap pabrik didorong memiliki laboratorium mini guna memastikan kualitas produk sebelum dipasarkan.

Rakernas ini juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan pupuk organik nasional. 

Parto mengenang masa keemasan pupuk organik pada era 2010-an, sebelum subsidi dihentikan pada tahun 2021. 

Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, perhatian pemerintah kembali mengarah pada pertanian berkelanjutan.

“Setelah jeda sekitar empat tahun, sekarang kita harus membangun kembali kesadaran petani. Pupuk organik itu pembenah tanah. Hasilnya memang tidak seinstan pupuk kimia, tapi dampaknya sangat vital dan berkelanjutan,” jelasnya.

HIMPO mendorong penerapan pupuk berimbang dengan komposisi ideal, seperti pola 5-3-2 (5 kuintal pupuk organik, 3 kuintal NPK, dan 2 kuintal urea) atau bahkan meningkatkan penggunaan organik hingga satu ton per hektar untuk mengejar ketertinggalan unsur hara tanah.

Saat ini, lebih dari 100 mitra produsen tergabung dalam HIMPO dan tetap konsisten berproduksi. 

Tantangan terdekat adalah menghadapi kontrak baru dengan Pupuk Indonesia pada tahun 2026. Parto menegaskan, seluruh produk wajib lolos uji laboratorium secara ketat.

“Kalau tidak lolos uji kualitas, produknya harus dihancurkan. Kami tidak main-main, karena ini menyangkut kepercayaan petani dan masa depan pangan Indonesia,” tegasnya.

Optimisme Rakernas HIMPO semakin menguat dengan kabar gembira dari PT Pupuk Indonesia (Persero). 

Di tengah curah hujan yang merata pada awal 2026, sektor pertanian justru dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas.

Asep Saeful Muslim, SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Pupuk Indonesia, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan pupuk organik. 

Pupuk Indonesia resmi menaikkan target produksi dan alokasi Petroganik menjadi 642.000 ton, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Curah hujan yang tinggi membuat kadar air lahan tercukupi. Daerah yang sebelumnya hanya satu kali tanam, kini bisa lebih dari itu. Ini berdampak langsung pada peningkatan serapan pupuk,” jelas Asep.

Terobosan lain yang tak kalah penting adalah masuknya sektor perikanan sebagai penerima subsidi pupuk organik. Dari total alokasi, 83.834 ton Petroganik disiapkan khusus untuk para petambak.

“Pupuk organik di tambak berfungsi menghidupkan ekosistem air. Tanah tambak ditreatment untuk memicu plankton dan ganggang sebagai sumber protein alami ikan,” ungkapnya.

Dari sisi harga, kebijakan Presiden Prabowo Subianto di akhir 2025 turut memberikan angin segar. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi dipangkas 20 persen, termasuk Petroganik yang turun dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

“Harga yang lebih terjangkau diharapkan membuat petani semakin semangat menggunakan pupuk organik,” kata Asep.

Hingga 10 Februari 2026, realisasi penjualan Petroganik telah mencapai 40.000 ton. Pupuk Indonesia bersama lebih dari 70 mitra terus melakukan sosialisasi dan demplot di lapangan melalui penyuluh pertanian. //Kls

Type above and press Enter to search.