TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

"GERD" Langkah Baru Nabila Ellisa dalam Karier Bermusik

Penyanyi Nabila Ellisa akhirnya resmi melangkah ke babak baru dalam karier musiknya dengan merilis EP perdana bertajuk “GERD"

WARTAJOGLO, Jakarta - Penyanyi Nabila Ellisa akhirnya resmi melangkah ke babak baru dalam karier musiknya dengan merilis EP perdana bertajuk “GERD (Galau Emosional Rasa Diri)”. 

Mini album ini menjadi ruang pengakuan yang jujur merangkum patah hati, kehilangan, hingga dinamika perasaan yang sering kali sulit diucapkan, namun terasa nyata di tubuh.

Judul “GERD” dipilih bukan tanpa alasan. Terinspirasi dari kondisi kesehatan yang kerap muncul saat seseorang berada dalam tekanan emosional, EP ini menggambarkan bagaimana luka batin bisa beresonansi ke fisik berupa rasa sesak, perih, dan gelisah. 

Semua itu diterjemahkan Nabila ke dalam lirik dan melodi yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Aku ingin memperbanyak katalog lagu-lagu aku di genre Pop dan udah banyak lagu yang pengen aku rilis sejak lama hingga akhirnya aku memutuskan merilis mini album dulu. Seperti yang orang-orang tahu, aku memulai karier aku di genre musik Dangdut, aku berharap dengan adanya album ini semakin banyak orang tahu bahwa aku juga menyanyikan lagu genre Pop,” ujar Nabila.

Ia menambahkan, pemilihan judul GERD terasa relevan karena kondisi tersebut sering hadir saat patah hati. 

“Bukan cuma perasaan yang dilukai tapi terkadang berpengaruh pada kesehatan kita mulai dari rasa sesak, perih dan gelisah. Hal ini juga terjadi sama aku dan mungkin dialami banyak orang di luar sana,” tambahnya.

EP “GERD” berisi lima lagu yang saling terhubung, membentuk satu rangkaian kisah tentang luka, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri. 

Sorotan utama jatuh pada track “Tanyaku”, sebuah lagu tentang cinta yang terhalang perbedaan—ketika dua hati saling mencinta namun tak bisa bersama di dunia. 

Di balik keikhlasan dan kehilangan, terselip doa sederhana: semoga cinta yang tak sempat bersatu di sini, kelak dipertemukan kembali di surga yang sama.

Secara musikal, karya ciptaan Ilyas Bachtiar ini hadir dengan nuansa Pop Ballad Korean yang melankolis. 

Aransemen lembut dari Joel Christian memberi ruang luas bagi emosi untuk mengalir jujur, membuat setiap lagu terasa intim dan menyentuh.

“Makna lagu ini sangat dalam tentang cinta yang tidak bisa bersama di dunia tetapi meminta atau selalu berdoa untuk satu surga bersama. Sebenarnya lagu ini cukup panjang, diciptakan oleh suamiku saat ia masih kuliah tapi baru terealisasi setelah ketemu aku,” tutur Nabila.

Ia juga mengungkapkan proses kreatifnya, “Lagu ini lalu ditulis ulang di awal tahun 2025 dan dibantu musiknya oleh Joel Christian, lalu pertengahan tahun 2025 mulai proses rekaman. Selama pengerjaan lagu ini, kita banyak mendapat influence dari lagu-lagu ballad Korea yang secara emosional kita rasa cocok.”

Melalui EP ini, Nabila Ellisa berharap pendengar merasa tidak sendirian. “GERD” hadir sebagai teman berbagi dan pengingat bahwa sakit hati adalah pengalaman manusiawi bahkan ketika ia terasa di tubuh. 

“Dengan EP ini semoga tidak ada lagi yang terus menerus menyakiti diri karena patah hati,” harapnya. //Bang

Type above and press Enter to search.