![]() |
| Fadli Zon dorong pembentukan Prodi Desain Budaya di ISI Surakarta |
WARTAJOGLO, Jakarta - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong segera dibukanya Program Studi Desain Budaya di Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta).
Fokus utamanya jelas yakni memperkuat Intellectual Property (IP) kebudayaan sebagai penggerak industri kreatif nasional.
Dalam dialog di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, pada Selasa 24 Februari 2026, Fadli menegaskan bahwa kampus seni harus melampaui fungsi produksi karya semata.
“Kampus seni tak cukup hanya melahirkan karya, tetapi harus menjadi pabrik gagasan yang mempraktikkan pengetahuan budaya dan mengubahnya menjadi ekosistem berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, IP kebudayaan menyimpan potensi ekonomi besar jika dikelola secara serius.
“IP kebudayaan bukan sekadar pelengkap, melainkan bisa menjadi salah satu industri budaya terbesar di era sekarang,” tegas Fadli.
Budaya, lanjutnya, harus diposisikan sebagai penggerak ekonomi sekaligus fondasi jati diri bangsa.
Dengan pendekatan Desain Budaya, kekayaan tradisi tidak berhenti pada pelestarian, tetapi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah—mulai dari desain, karya artistik, hingga konsep kreatif yang dapat dilisensikan dan dipasarkan.
Model ini diyakini mampu menciptakan ekosistem berkelanjutan, membuka peluang kerja, sekaligus melindungi identitas budaya melalui skema IP.
Direktur Pascasarjana ISI Surakarta, Dr. Eko Supriyanto, menyatakan kesiapan mendukung arah tersebut.
“Program pascasarjana harus berangkat dari konsep sensibility towards complexity dan memuliakan kesejahteraan manusia dan alam,” ujarnya, menekankan bahwa penguatan IP budaya tetap harus berpijak pada nilai kemanusiaan dan keberagaman.
IP Kebudayaan Bisa Jadi Mesin Industri Kreatif, Menbud Dorong ISI Surakarta Buka Prodi Desain Budaya https://t.co/QH7G7EEZuH
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) February 26, 2026
Menutup pertemuan, Fadli memastikan dukungan penuh pemerintah. “Kami sangat mendukung rencana dari ISI Surakarta,” katanya.
Jika terealisasi, Studi Desain Budaya diharapkan menjadi langkah strategis menjadikan IP budaya bukan hanya warisan, tetapi juga mesin industri kreatif Indonesia. //Bang
