TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Polisi Lakukan Ekshumasi Terkait Kematian Santri 11 Tahun di Ponpes Nurul Falah Wonogiri

Polisi lakukan ekshumasi untuk menyelidiki penyebab kematian DRP, salah seorang santri di Ponpes Nurul Falah, Geneng, Bulukerto, Wonogiri 

WARTAJOGLO, Wonogiri - Suasana duka menyelimuti lingkungan pondok pesantren Nurul Falah di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, menyusul meninggalnya seorang anak berusia 11 tahun berinisial DRP. 

Kepergian bocah tersebut pada Sabtu 14 Februari 2026 kini dalam penyelidikan aparat kepolisian, setelah keluarga mencurigai adanya kejanggalan pada kondisi jenazah.

Korban diketahui merupakan warga Desa Geneng dan sempat dimakamkan pada Sabtu malam atas kesepakatan keluarga. 

Namun, situasi berubah ketika ayah korban yang baru tiba dari perantauan pada Minggu 15 Februari 2026 pagi menerima informasi bahwa sebelum dimakamkan, jenazah anaknya sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut. Selain itu, disebutkan pula terdapat bercak darah pada peti jenazah. 

Merasa perlu ada kejelasan, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polres Wonogiri bersama Polsek Bulukerto langsung melakukan penyelidikan. 

Kapolres Wonogiri, Wahyu Sulistyo, melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius, profesional, dan transparan.

“Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara serius. Saat ini Satreskrim bersama Polsek Bulukerto sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan yang sah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, polisi melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi pada Selasa 17 Februari 2026. 

Ekshumasi dilaksanakan di Makam Prayan, Dusun Ngelo RT 06/04, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto. 

Proses pembongkaran makam dimulai sekitar pukul 13.30 WIB oleh warga setempat, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan forensik oleh tim gabungan. 

Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 16.00 WIB dalam kondisi aman dan kondusif.

Proses tersebut melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Tengah, Tim Inafis Polres Wonogiri, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah yang dipimpin dr. Dian Novitasari. 

Turut hadir unsur Forkopimcam Bulukerto, pemerintah desa, serta tenaga kesehatan setempat guna memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa ekshumasi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif melalui pemeriksaan forensik. 

Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen dalam memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab kekhawatiran keluarga.

“Kami bekerja sesuai prosedur dan melibatkan tim yang kompeten. Perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan secara resmi,” tambahnya.

Polres Wonogiri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. 

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. //Kls

Type above and press Enter to search.