![]() |
| Lavicky Nicholas dan Baiti Syaghaf dituntut bikin baper pemirsa tapi tanpa harus saling bersentuhan |
WARTAJOGLO, Jakarta - Sinetron Lorong Waktu Jilid 2 menjadi salah satu tayangan andalan SCTV selama bulan Ramadan, khususnya di jam sahur.
Dengan segmentasi pasar yang luas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serial ini konsisten meraih rating tinggi.
Menurut Deddy Mizwar, selaku produser sekaligus pemain, kekuatan Lorong Waktu terletak pada nilai religi dan kedalaman ceritanya yang mampu menyentuh berbagai lapisan penonton. Dan di musim keduanya ini, dua karakter yang paling menyita perhatian adalah Ustadz Zidan dan Tamara.
Bagi Lavicky Nicholas, memerankan Ustadz Zidan di jilid kedua bukan sekadar melanjutkan peran, melainkan memasuki fase emosional yang jauh lebih kompleks.
Di musim ini, Zidan harus menghadapi kehilangan sang ibu. Lebih berat lagi, ia juga dihadapkan pada perubahan sikap ayahnya yang menjadi dingin dan otoriter.
Secara manusiawi, gejolak batin tentu tak terhindarkan. Namun sebagai sosok yang dididik dengan adab dan agama yang kuat, Zidan tak bisa meluapkan amarah secara terbuka.
“Menjaga ketenangan luar di saat batin bergejolak itu tantangan terbesarnya,” ungkap Lavicky dalam sebuah wawancara secara virtual pada Rabu 25 Februari 2026.
Eksekusi emosi menjadi kunci. Zidan tetap lembut, tetap santun, tetapi matanya harus menyimpan luka yang dalam.
Transisi emosi yang tipis namun bermakna inilah yang menurut Lavicky paling sulit untuk ditampilkan.
Tak hanya konflik keluarga, hubungan Zidan dengan Tamara dan Balkis juga menghadirkan tantangan tersendiri. Berbeda dengan drama romansa kebanyakan, Zidan memiliki batasan kuat dalam berinteraksi dengan lawan jenis.
Chemistry yang dibangun pun lebih banyak mengandalkan tatapan mata, nada bicara, serta perhatian-perhatian kecil yang tetap terjaga adabnya. Tidak ada sentuhan fisik, tidak ada adegan romantis berlebihan.
“Bikin penonton baper tanpa sentuhan itu jauh lebih sulit daripada acting romansa biasa,” jelasnya.
Lavicky juga mengakui bahwa kekuatan naskah sangat membantunya. Setiap dialog dalam Lorong Waktu 2 sarat makna filosofis dan religi.
Diskusi intens dengan para pemain di lokasi syuting membuat setiap adegan terasa lebih matang dan penuh makna.
Sementara itu, Baiti Syaghaf kembali memerankan Tamara dengan warna yang berbeda dari sebelumnya.
Jika dulu Tamara dikenal lebih ekspresif dan cenderung meledak-ledak, kini ia tampil lebih sabar dan menahan diri.
Perubahan ini terutama terlihat dalam menghadapi kecemburuan terhadap kehadiran Balkis.
Menariknya, respons penonton di media sosial justru banyak yang menilai “cemburu versi Tamara” sekarang terlihat lucu sekaligus menggemaskan.
Baiti sendiri mengaku cukup sering membaca komentar dan DM dari penonton. Baginya, itu menjadi tolok ukur apakah karakternya diterima atau tidak.
“Tamara yang sekarang jauh lebih sabar. Tantangannya justru di situ—harus menahan emosi, mendam rasa, padahal secara manusiawi enggak mudah,” ujar Baiti yang juga hadir dalam wawancara virtual.
Ia bahkan secara jujur mengungkapkan bahwa secara pribadi, ia lebih menyukai karakter Tamara yang dulu.
Versi sekarang terasa lebih ‘mematikan’ emosi karena harus banyak menahan diri, terutama saat merasa cemburu namun tidak bisa berbuat banyak.
Namun justru di situlah tantangan aktingnya. Perbedaan tipis antara karakter Tamara dan kepribadian aslinya membuat Baiti harus benar-benar mengontrol ekspresi agar tidak berlebihan.
Soal chemistry dengan Lavicky Nicholas, Baiti mengaku tak mengalami kesulitan berarti. Keduanya pernah terlibat proyek bersama sebelumnya, sehingga sudah memiliki dasar kepercayaan satu sama lain.
Ia percaya pada pengalaman dan jam terbang Lavicky dalam membawakan karakter Zidan. Diskusi terbuka di lokasi syuting juga membuat suasana kerja terasa nyaman.
Romansa Tanpa Sentuhan, Jadi Tantangan Lavicky Nicholas dan Baiti Syaghaf untuk Bikin Baper di Lorong Waktu Jilid 2 https://t.co/sSeOZriqYd
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) February 26, 2026
“Semua orang di lokasi open banget. Mau diskusi skrip, ngobrol soal adegan, semuanya enak. Jadi bangun chemistry itu natural,” katanya.
Menariknya, Baiti juga melihat dinamika karakter yang unik: menurutnya, Balkis yang sekarang justru merepresentasikan Tamara versi lama yang lebih berani dan ekspresif, sementara Tamara kini lebih dewasa dan tertahan. //Bang
