![]() |
| SPPG Gagaksipat Boyolali |
WARTAJOGLO, Boyolali - Video pendek yang diunggah lewat story wanita bernama Dewi Ritaningsih pada Senin, 23 Februari 2026 pagi, mendadak memicu perbincangan hangat di media sosial.
Video tersebut menampilkan momen unboxing menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di wilayah Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali.
Dewi, yang mengaku dari LSM Lembaga Pengembangan Anak Indonesia (LPAI) Boyolali sekaligus pengelola TK Kids Fun Education, mempertanyakan kelayakan menu yang dibagikan pada hari pertama MBG Ramadan 2026 setelah libur satu pekan.
Dalam video yang beredar, Dewi membuka tas berisi paket MBG kering yang terdiri dari roti isi daging merek Joy, sosis oven, dan pisang Ambon.
Ia menilai menu tersebut terlalu sederhana dan tidak sebanding dengan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp10.000 per porsi.
Menurutnya, komposisi tiga jenis makanan itu belum memenuhi kebutuhan gizi anak, apalagi jika dibandingkan dengan contoh menu dari SPPG lain yang dinilainya lebih lengkap.
Bahkan, dalam narasinya, sempat muncul dugaan adanya ketidaksesuaian anggaran yang mengarah pada dugaan korupsi.
Dewi juga menyoroti kebijakan menu kering selama Ramadan. Ia berpendapat, karena tidak ada proses memasak maupun pencucian ompreng seperti hari biasa, maka biaya tenaga kerja bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas atau variasi menu.
“Yang saya tahu saat saya lihat, menunya kok minimalis seperti itu. Sementara ada beberapa wali murid yang memberikan contoh menu dari SPPG lain yang sangat lengkap,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat telepon.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Gagaksipat 2, Yuwida Salma Lova, memberikan klarifikasi rinci.
Ia menegaskan bahwa penyusunan menu berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Salma, fokus utama bukan pada jumlah atau tampilan makanan, melainkan pada kandungan gizinya.
![]() |
| Yuwida Salma Lova, kepala SPPG Gagaksipat |
“Bukan soal kuantitasnya, tapi kualitas gizinya. Kandungan gizinya sudah disesuaikan untuk satu kali makan anak sekolah dan balita,” jelasnya.
Ia memaparkan rincian harga bahan untuk porsi kecil (balita hingga SD kelas III) totalnya Rp8.000, bukan Rp10.000 seperti yang diasumsikan sebagian pihak.
Sedangkan untuk menu pada Senin 23 februari 2026 yang terdiri dari roti isi daging, sosis oven dan pisang Ambon, menurut Salma nilainya sudah sesuai dengan anggaran yang ditentukan.
"Roti Joy isi daging ayam harganya Rp4.050. Lalu sosis oven isi daging ayam: Rp2.500, dan pisang Rp1.450. Sehingga totalnya pas Rp8.000," ungkap Salma.
Sementara untuk porsi besar (SD kelas IV ke atas) dianggarkan Rp10.000.
Salma juga menjelaskan kandungan gizi dalam paket tersebut, yang mana untuk karbohidrat diperoleh dari roti, protein dari isian daging ayam pada roti dan sosis (double protein), sementara pisang Ambon menjadi sumber serat, vitamin, dan mineral.
Menanggapi perbandingan dengan sekolah lain, Salma menjelaskan bahwa menu yang dijadikan pembanding diduga merupakan menu rapelan, yakni pembagian untuk satu minggu sekaligus dalam satu hari.
“Padahal dari pihak BGN sendiri ada aturan bahwa kita harus memberikan menu setiap hari, bukan dirapel seminggu sekali. Dan di SPPG Gagak Sipat patuh dengan aturan itu,” tegasnya.
Ia menambahkan, menu seperti susu dan telur tetap diberikan dua kali dalam sepekan secara bergiliran, bukan setiap hari dan tidak dirapel. Seluruh bahan baku juga dipastikan bersertifikasi halal serta memiliki izin PIRT dan BPOM.
SPPG Gagak Sipat 2 saat ini melayani sekitar 2.900 penerima manfaat di 17 sekolah, termasuk TK Kids Fun Education yang dikelola Dewi.
Pihak SPPG menyayangkan beredarnya narasi negatif tanpa konfirmasi terlebih dahulu, mengingat distribusi selama ini berjalan lancar sesuai standar kesehatan pemerintah.
LSM di Boyolali Persoalkan Menu Kering MBG, Kepala SPPG Gagaksipat 2: Kami Utamakan Kualitas https://t.co/ASwHAhonJc
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) February 23, 2026
Pengelola SPPG Gagaksipat, Puspo Wardoyo, turut angkat bicara. Ia menegaskan dapur yang dikelolanya selalu menjaga kualitas, baik dari sisi sarana prasarana maupun menu.
“Sejauh ini, dapur kita termasuk salah satu yang terbaik. Karena kita selalu menjaga kualitas baik dari sarana dan prasarana serta tentunya menu yang disajikan. makanya kalau sampai ada yang mempermasalahkan, bisa jadi orang itu punya maksud tertentu,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon. //Sik

