TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Lebih dari Sekadar Relawan, PASMAK Surakarta Bertransformasi Menjadi Tulang Punggung Sosial-Ekonomi

Siswadji (paling kiri) berfoto bersama sebagian anggota PASMAK usai menggelar kegiatan di Balai Kota Surakarta

WARTAJOGLO, Solo — Momen bulan suci Ramadan dimanfaatkan para anggota Pasukan Emak-Emak (PASMAK) Surakarta untuk kembali menggelar kegiatan sosial.

Makanya pada Sabtu 7 Maret 2026, para anggota PASMAK berkumpul di Balai Kota Surakarta untuk menggelar kegiatan bagi-bagi takjil dan santunan untuk anak yatim.

PASMAK sendiri memang terus berkomitmen untuk menebar kebaikan dengan menggelar berbagai kegiatan sosial di masyarakat.

Hal ini menarik, karena di balik hiruk-pikuk kontestasi politik, seringkali simpul relawan meredup seiring selesainya masa pemilihan. 

Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh PASMAK Surakarta. Berawal dari gerakan akar rumput perempuan untuk memenangkan pasangan Respati-Astrid, organisasi ini kini bertransformasi menjadi komunitas sosial yang dinamis dan produktif.

Sekretaris PASMA Surakarta, Siswadji Atmodiwiryo, mengungkapkan bahwa organisasi ini lahir pada 7 Oktober 2024 di Markas Foodcourt Lantai 2 Terminal Tirtonadi. 

Meski awalnya dibentuk sebagai tim pemenangan lintas partai, semangat para anggotanya tidak padam meski tujuan politik utama telah tercapai.

"Emak-emak ini tidak mau dibubarkan. Mereka justru meminta agar kegiatan terus berlanjut karena sudah merasa menjadi satu keluarga besar yang saling mendukung," ujar Siswadji saat ditemui di sela-sela kegiatan PASMAK.

Di bawah komando Chrisno Haribowo (Mas Hari) dan Siswadji sebagai sekretaris, PASMAK kini menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat melalui lima bidang utama: UMKM, Kesehatan, Pendidikan, Budaya, dan Lingkungan.

Beberapa aksi nyata yang telah dan sedang dijalankan antara lain:

- Pemberdayaan Ekonomi (UMKM): Pelatihan pembuatan tas dari kain perca antar koordinator kecamatan (korcam), pelatihan olahan ikan tuna di Balekambang, hingga perintisan Koperasi Pasma untuk simpan pinjam anggota.

- Ketahanan Pangan: Program urban farming di Pasar Kliwon, di mana anggota diberikan bibit tanaman untuk dibudidayakan secara mandiri.

- Sosial dan Keagamaan: Pemberian santunan rutin bagi anak yatim, pengajian One Day One Juz, serta pembagian Al-Qur'an gratis.

- Pelestarian Budaya: Pembentukan tim penari Gambyong yang beranggotakan para ibu untuk mengisi berbagai acara besar di Surakarta.

- Kesehatan Masyarakat: Pendirian Posyandu di setiap kecamatan dan keterlibatan aktif dalam kampanye anti-TBC.

Menariknya, PASMAK bukan sekadar tempat berkumpul biasa. Siswadji mencatat bahwa banyak anggota PASMAK merupakan tulang punggung ekonomi keluarga. 

Melalui pelatihan keterampilan seperti pembuatan lulur dan sertifikasi halal, PASMAK berupaya meningkatkan taraf hidup para anggotanya.

"Potensi mereka luar biasa. Banyak yang suaminya sedang sakit atau tidak bekerja, sehingga emak-emak ini harus berjuang keras (fight). Kami di pengurus berusaha menata potensi ini agar lebih baik dan bernilai ekonomi," tambah Siswadji.

Menjelang bulan April, PASMAK tengah bersiap menyambut peringatan Hari Kartini dengan berbagai lomba, mulai dari lomba kebaya hingga ajang "Emak-Emak Idol". 

Aktivitas yang padat ini diakui menjadi "obat" bagi para anggota agar tetap produktif dan sehat secara mental.

Dari kiprah PASMAK ini bisa dilihat, bahwa saat simpul relawan lain mulai pasif pasca-Pilkada, PASMAK Surakarta justru membuktikan kekuatannya sebagai perempuan.

Yang mana jika diorganisir dengan baik, dapat menjadi motor penggerak pembangunan kota yang berkelanjutan.

"Ini menjadi salah satu yang menarik karena kalau saya lihat ya, simpul relawan lain semuanya sudah tiarap, sudah pasif. Tapi kita tetap jalan," pungkas pria yang juga aktif di dunia property ini. //Kls

Type above and press Enter to search.