TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Siap Diluncurkan, JESKU Usung Semangat Ta’awun untuk Kembangkan Ekonomi Umat

Ahmad Shodiqin Fawzy selaku Ketua Umum JESKU menjelaskan tentang aplikasi tersebut kepada para perwakilan ormas Islam se-Solo Raya

WARTAJOGLO, Solo - Usung semangat ta’awun atau saling tolong-menolong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo menggagas sebuah aplikasi yang diberi nama Jaringan Ekonomi Syariah untuk Kemaslahatan Umat (JESKU).

Semangat ini diusung untuk bisa meredam potensi gesekan karena persaingan yang mungkin terjadi di tengah perbedaan organisasi dan ideologi.

JESKU sendiri baru diperkenalkan dalam acara sof launching yang digelar di Gedung BPRS Dana Amanah, Sondakan, Kota Solo, Rabu 13 Mei 2026.

Acara tersebut dihadiri jajaran MUI Kota Surakarta serta perwakilan berbagai organisasi Islam seperti dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Tafsir Al-Qur'an, DSKS, Al-Irsyad, Persis, komunitas pesantren hingga pelaku UMKM.

Ketua Umum JESKU sekaligus Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Surakarta, H.Ahmad Shodiqin Fawzy, menegaskan bahwa JESKU hadir bukan sekadar membangun jejaring ekonomi syariah.

Menurutnya JESKU juga menjadi ruang penyatuan umat Islam yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri karena sekat organisasi.

“Jangan lagi dikotak-kotakkan, ini NU, Muhammadiyah, MTA, Salafi dan sebagainya. Kalau bisa kita jadikan satu,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Menurut Ahmad, perbedaan latar belakang organisasi selama ini sering kali memunculkan persaingan yang justru melemahkan kekuatan ekonomi umat. 

Karena itu, JESKU mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui konsep ta’awun atau saling membantu dalam kebaikan.

“Di sini ada istilah ta’awun. Ta’awun itu saling menolong. Jadi UMKM yang kurang laris nanti kita ajak anggota lain untuk membeli produknya,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep tersebut tidak berhenti pada slogan persatuan semata, tetapi diterapkan langsung dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. 

Misalnya, anggota JESKU didorong untuk memprioritaskan membeli produk milik sesama anggota agar perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan umat Islam sendiri.

“Nanti kita bilang, ‘Ayo ini temanmu dagangannya kurang laris, ayo dibeli.’ Yang jual juga kita minta memberi harga khusus untuk sesama anggota. Jadi ada semangat saling membantu,” jelasnya.

Para perwakilan ormas Islam se Solo Raya menghadiri soft launching JESKU, sebuah aplikasi yang diharapkan bisa mengangkat perekonomian umat

Menurut Ahmad, pendekatan seperti itu dinilai lebih efektif untuk mencairkan rivalitas antarorganisasi dibanding sekadar wacana persatuan formal. 

Sebab, hubungan emosional akan tumbuh ketika antaranggota merasa sama-sama diuntungkan dan diperhatikan.

Ia menilai, selama ini banyak pelaku UMKM muslim justru terjebak dalam persaingan internal yang tidak produktif. 

Alih-alih saling menguatkan, sebagian malah sibuk mempertahankan ego kelompok masing-masing.

“Kadang UMKM berjalan sendiri-sendiri, malah bersaing dan bertengkar. Kita berharap itu tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Ahmad juga menyinggung perlunya mengubah pola pikir umat Islam dalam memandang keberhasilan sesama. Ia mengkritik budaya saling menjatuhkan yang masih kerap muncul di tengah masyarakat.

“Jangan punya prinsip SMS, Senang Melihat temannya Susah. Tapi harus menjadi Senang Melihat Temannya Senang,” katanya.

Melalui JESKU, pihaknya ingin membangun kultur baru di mana pelaku usaha muslim merasa menjadi bagian dari keluarga besar yang saling menopang. 

Pelaku usaha yang sudah mapan diharapkan membina UMKM kecil agar bisa naik kelas, mulai dari pengemasan produk, pemasaran hingga pengembangan jaringan usaha.

“Yang besar ayo membimbing yang kecil. Yang kecil kita scale up menjadi lebih besar,” ujarnya.

Selain membangun solidaritas ekonomi, JESKU juga membawa visi besar membangun platform ekonomi muslim yang dapat berkembang hingga tingkat nasional. 

Fawzy menyebut selama ini masyarakat terlalu bergantung pada platform digital luar negeri dalam aktivitas perdagangan.

“Kami berharap JESKU nanti menjadi platform muslim nasional. Selama ini kita memakai platform luar. Ketika jual beli di sana, kita memberi penghasilan ke luar,” katanya.

Meski baru memasuki tahap soft launching, JESKU disebut telah menghimpun sekitar seratus anggota dan produk UMKM. 

Ke depan, jaringan tersebut diharapkan terus berkembang dengan melibatkan pondok pesantren, yayasan, lembaga pendidikan, hingga kalangan profesional di bidang teknologi informasi dan digital marketing.

“JESKU ini masih sangat sederhana dengan keterbatasan kami. Maka kami mengajak semua yang ahli IT, bisnis, dan digital marketing untuk bersatu membesarkan ekonomi umat Islam. Dan insya Allah sebulan lagi, kita akan menggelar grand launching,” tandasnya. //Kls

Type above and press Enter to search.