![]() |
| Para siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat berbaur dengan warga dalam kegiatan Kampung Ramadan |
WARTAJOGLO, Solo - Upaya menanamkan karakter kepedulian sosial dan kemandirian sejak dini dilakukan oleh SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo dengan mengadakan kegiatan Kampung Ramadan.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 84 siswa kelas V ini mengusung konsep live in atau tinggal bersama warga. Pelaksanaannya di Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali selama tiga hari, Rabu–Jumat (11–13/3/2026).
Program ini dirancang agar para siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat pedesaan.
Melalui pengalaman tersebut, diharapkan tumbuh nilai empati, kemandirian, serta penguatan karakter religius selama bulan suci Ramadan.
Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo, Nursalam, menjelaskan bahwa kegiatan Kampung Ramadan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang menggabungkan aspek spiritual dan sosial.
“Harapan kami program ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi laboratorium sosial bagi siswa. Melalui kegiatan ini mereka diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memiliki kepekaan terhadap realitas sosial di sekitarnya,” jelas Nursalam dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dilanjutkan dengan prosesi penyerahan siswa kepada 14 orang tua asuh di Desa Catur.
Para siswa kemudian dibagi ke dalam 14 kelompok, terdiri dari tujuh kelompok putra dan tujuh kelompok putri. Prosesi tersebut turut didampingi Kepala Desa Catur, Marjan.
Pada hari pertama, para siswa mengikuti kegiatan room tour di rumah orang tua asuh masing-masing kelompok.
Selama program berlangsung, mereka melebur dalam kehidupan warga desa dengan membantu aktivitas harian keluarga asuh, mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga melaksanakan salat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an berjemaah di masjid desa.
Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas pengembangan kreativitas dan kepemimpinan.
Para siswa mengikuti lomba merangkai parsel yang dipandu oleh Paguyuban Orang Tua Siswa kelas V.
Selain itu, mereka juga berlatih literasi dakwah melalui lomba kultum serta mempraktikkan pengelolaan zakat fitri sebagai bagian dari pembelajaran nilai-nilai keislaman.
Puncak kegiatan Kampung Ramadan berlangsung pada hari ketiga melalui kegiatan bakti sosial untuk masyarakat Desa Catur.
Kegiatan tersebut meliputi bazar barang layak pakai, pembagian paket sembako gratis, serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga.
Suasana haru dan meriah mewarnai penutupan kegiatan melalui berbagai penampilan seni dari siswa kelas V yang menjadi simbol kebersamaan antara sekolah dan masyarakat desa.
Salah satu orang tua asuh, Siswanto, mengaku senang Desa Catur menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Kegiatan ini memberi warna baru bagi desa kami. Program ini sangat menginspirasi dan mampu mempererat silaturahmi antara institusi pendidikan dengan masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan pesan dan kesan.
Program Kampung Ramadan ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat Desa Catur menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya kegiatan tersebut.
Salah satu peserta, Nadia Mirza Putri Hutama, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Ikuti Kampung Ramadan di Boyolali https://t.co/51akcKK0Fm
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) March 16, 2026
“Tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, kami juga dapat melihat langsung kehidupan masyarakat Desa Catur. Ketulusan dan keikhlasan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari membuat saya semakin bersyukur atas rezeki yang Allah Swt. berikan,” tuturnya. //Bang
