![]() |
| Angela Gilsha (kiri) bersama Sandrinna Michelle, Rassya Hidayah dan Yesaya Abraham |
WARTAJOGLO, Jakarta - Kehadiran karakter baru dalam sebuah sinetron panjang kerap menjadi titik balik cerita.
Hal itulah yang kini terjadi di sinetron "Beri Cinta Waktu", yang semakin menarik dengan masuknya sosok Asmara atau Ara, diperankan oleh Angela Gilsha.
Dalam wawancara virtual pada Kamis, 30 April 2026, Angela berbagi cerita tentang proses kreatif, tantangan, hingga cara ia menghidupkan karakter yang kompleks tersebut.
Salah satu langkah awal Angela dalam menghidupkan Ara adalah perubahan penampilan. Ia mengungkapkan bahwa sutradara, memberikan arahan khusus untuk membedakan karakter Ara dari tokoh lainnya.
“Poni dan menggelapkan rambut, itu yang pertama kali diminta. Lalu dari outfit juga, disarankan pakai kemeja yang silky,” jelas Angela yang hadir bersama Yesaya Abraham pemeran Trian, lalu Sandrinna Michelle pemeran Sania dan Rassya Hidayah pemeran Fadil.
Perubahan visual tersebut bukan sekadar estetika, tetapi menjadi identitas kuat bagi Ara—membantu penonton langsung mengenali karakter dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda.
Menariknya, meski ada arahan visual yang spesifik, Angela justru diberi kebebasan dalam membangun karakter dari sisi emosional dan cara berbicara.
“Kalau dari karakter, kita dibebasin. Cara ngomong dan ekspresi itu mengikuti flow kita saja,” ujarnya.
Kebebasan ini memungkinkan Angela mengeksplorasi sisi terdalam Ara secara lebih natural, sehingga karakter terasa hidup dan tidak dibuat-buat.
Saat diminta menggambarkan Ara dalam tiga kata, Angela memilih satu frasa yang kuat: “wanita keras kepala.”
Namun di balik sifat keras itu, tersimpan luka masa lalu yang mendalam. Ara digambarkan sebagai perempuan yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak sehat, dengan sosok ayah yang abusif.
Angela mengaku, membangun emosi tersebut bukan hal mudah. Ia tidak memiliki pengalaman pribadi serupa, sehingga harus menggali rasa dari adegan-adegan yang dijalani.
“Pas ada adegan disiksa, di situ baru terasa. Oh, ternyata setersiksa ini ya Ara. Dari situ mulai kebangun emosinya,” ungkapnya.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengalaman langsung di lokasi syuting justru menjadi kunci untuk memperdalam karakter.
Terkait ekspektasi penonton, Angela memilih untuk tetap fokus pada pekerjaannya sebagai aktor.
Ia menyadari bahwa respons publik bisa beragam, terutama ketika alur cerita mengalami perubahan.
“Aku cuma ikutin skenario dan memberikan yang terbaik. Diterima atau tidak, yang penting aku sudah maksimal,” katanya.
Ia juga menanggapi kritik penonton yang merasa alur cerita kini berbeda dari awal. Menurutnya, perubahan adalah hal yang wajar dalam sinetron dengan episode panjang.
“Namanya sinetron panjang, pasti ada perkembangan cerita, karakter baru, dan dinamika baru. Tapi justru itu yang bikin tetap seru,” tambahnya.
Masuknya karakter Ara bersama Sania dan Fadil memang memberikan warna baru bagi “Beri Cinta Waktu”. Dinamika cerita menjadi lebih kompleks, penuh konflik, sekaligus emosional.
Bawa Warna Baru di "Beri Cinta Waktu", Angela Gilsha: Penuh Tantangan https://t.co/W4aNbYl5HP
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 30, 2026
Bagi Angela, tantangan terbesar bukan hanya memerankan karakter, tetapi juga menjaga agar penonton tetap terhibur di tengah perubahan cerita.
“Semoga yang nonton bisa tetap menikmati, apalagi dengan hadirnya karakter-karakter baru,” harapnya. //Bang
