TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Cetak Lulusan Berkualitas, UTP Surakarta Torehkan Sejumlah Capaian Strategis di Tahun 2026

Rektor UTP Prof. Dr. Winarti saat memberikan keterangan terkait capaian kampus yang dipimpinnya

WARTAJOGLO, Solo - Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang, baik dari sisi akademik maupun kelembagaan. 

Hal ini tampak dalam gelaran Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Magister ke-10 dan Program Sarjana ke-92 Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di GOR UTP Surakarta pada Kamis 16 April 2026.

Pada wisuda kali ini, UTP meluluskan sebanyak 154 wisudawan dari jenjang magister dan sarjana yang berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 

Program Studi Manajemen menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 45 wisudawan.

Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, momentum wisuda ini menjadi penegas kontribusi UTP dalam mencetak sumber daya manusia unggul. 

Hingga saat ini, UTP telah meluluskan lebih dari 18.168 sarjana dan puluhan lulusan magister yang tersebar di berbagai sektor pembangunan.

Rektor UTP Surakarta, Winarti, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian di tengah masyarakat. Kami berharap lulusan UTP mampu menjadi insan yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Di balik prosesi wisuda, UTP juga mencatat sejumlah capaian strategis yang menjadi tonggak penting pengembangan institusi di tahun 2026.

Salah satu pencapaian utama adalah diperolehnya izin pembukaan Program Magister Manajemen (MM).

“Alhamdulillah, kami baru saja menerima SK persetujuan untuk Magister Manajemen yang telah kami usulkan beberapa waktu lalu,” ungkap Rektor.

Tak hanya itu, UTP juga tengah mengajukan program studi baru di bidang pertanian, yakni Agribisnis dengan peminatan kelapa sawit. 

Program ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan sektor agribisnis yang terus berkembang.

“Kami mohon doanya, karena persaingan dan persyaratan tahun ini lebih ketat. Namun seluruh persyaratan sudah kami penuhi dan ajukan,” tambahnya optimistis.

Di bidang pendidikan, UTP kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan skema beasiswa. Tahun ini, sebanyak 92 mahasiswa PGSD mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah tahun ini kita kembali mendapatkan kepercayaan untuk ikut mencerdaskan bangsa melalui program beasiswa guru,” jelasnya.

Capaian lain yang tak kalah membanggakan adalah peningkatan klasterisasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) UTP ke level “Utama”. 

Posisi ini menempatkan UTP sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia.

“Klasterisasi P2M kami sudah meningkat ke Utama. Ini bukan hal mudah, karena persyaratannya cukup ketat,” ujar Rektor.

Seiring peningkatan tersebut, UTP juga berhasil meraih pendanaan untuk lima proposal penelitian fundamental dan hilirisasi serta enam program pengabdian kepada masyarakat.

“Ini merupakan prestasi luar biasa dari tim kami, karena penelitian dan pengabdian adalah wajah dari sebuah perguruan tinggi,” tegasnya.

Selain capaian institusi, UTP juga menorehkan prestasi melalui para mahasiswanya. Sebanyak 11 wisudawan berhasil meraih predikat terbaik dari masing-masing program studi.

Salah satu yang menonjol adalah Ainun Nandini dari Program Studi Manajemen yang menjadi lulusan termuda dengan IPK 3,82.

Tak hanya unggul secara akademik, mahasiswa UTP juga berprestasi di bidang seni dan internasional. Restituta Amelia Respatiningrum dari PGSD misalnya, aktif di seni tari tradisional dan tembang Jawa serta pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Filipina.

Sementara itu, Muhammad Dimas Aji Prasetya dari Manajemen menorehkan prestasi di bidang musik keroncong hingga tingkat provinsi dan meraih beasiswa Bank Indonesia. 

Di bidang internasional, Prisma Aditya Rianto dari Agroteknologi juga sukses menjalani program magang di perusahaan Jepang, Yukiguni Factory, yang bergerak di industri budidaya jamur.

Kehadiran para lulusan berprestasi ini menjadi bukti bahwa UTP tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan talenta dan daya saing global mahasiswa.

Dengan berbagai capaian tersebut, UTP Surakarta semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi masa depan dalam mencetak generasi unggul Indonesia. //Sik

Type above and press Enter to search.