![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua KADIN Surakarta, atas partisipasi lembaga tersebut dalam gelaran acara Solo Berbagi |
WARTAJOGLO, Solo - Suasana hangat mewarnai gelaran Halal bihalal yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surakarta bersama panitia Solo Bersama Selamanya (SBS) di Hotel Paragon Solo, Senin 20 April 2026 malam.
Tidak sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, acara yang mengangkat tema "Merajut Silaturahmi, Membangun Kolaborasi Semua Potensi untuk Solo yang Harmoni" ini, menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang kian dinamis.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Kapolresta Surakarta, Dandim 0735/Surakarta, jajaran Forkopimda, hingga para pelaku usaha se-Solo Raya.
Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan pentingnya sinergi multipihak dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua KADIN Kota Surakarta, Fery Sephta Indrianto, dalam sambutannya menekankan bahwa momentum Halalbihalal harus dimaknai lebih dari sekadar tradisi tahunan.
Ia menyebutnya sebagai waktu yang tepat untuk melakukan “reset” serta kalibrasi hubungan antar pemangku kepentingan.
Menurut Fery, di tengah tekanan rantai pasok global dan ketidakpastian ekonomi dunia, kekuatan utama yang harus dimiliki adalah soliditas internal dan sinergi yang kuat antara dunia usaha dan pemerintah.
“Kita perlu merajut kembali kekuatan sebagai modal paling penting untuk menghadapi dunia yang sedang mengalami ketidakpastian. Produktivitas Kota Solo harus tetap terjaga melalui barang dan jasa yang memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Salah satu isu strategis yang menjadi sorotan adalah penguatan aglomerasi Solo Raya. Fery mengungkapkan bahwa gagasan tersebut kini telah memasuki tahap konkret, yakni pembentukan kelembagaan resmi atas arahan Gubernur Jawa Tengah.
Lembaga ini nantinya akan melibatkan unsur pemerintah provinsi, kepala daerah di tujuh kabupaten/kota Solo Raya, serta KADIN dari masing-masing wilayah.
“Aglomerasi bukan sekadar wacana. Kita sedang membentuk kelembagaan yang konkret agar efektivitas dan efisiensi produk serta jasa di kawasan ini benar-benar terwujud. Tujuannya adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fery menegaskan bahwa tujuan utama dari penguatan kawasan ini adalah menciptakan lapangan kerja formal yang layak atau good jobs.
Untuk itu, ia menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya tarik tinggi.
“Investasi sangat membutuhkan kepastian hukum. Kita harus ramah terhadap investasi, ramah dalam membuka peluang usaha, serta ramah dalam kebijakan perpajakan. KADIN siap mengawal setiap rencana investasi yang masuk ke depan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Fery juga mengajak seluruh asosiasi dan organisasi dunia usaha untuk berkontribusi aktif memberikan ide serta masukan menjelang Rapat Pimpinan Kota (Rapimkota) KADIN 2026 yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Ia berharap forum tersebut mampu menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi daerah yang lebih progresif.
“Semakin kita kuat bersatu, semakin kita bisa melangkah jauh ke depan,” pungkasnya optimistis.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha.
Ia mengapresiasi sinergi panjang antara KADIN dan SBS yang telah terjalin selama dua dekade.
Melalui semangat Asta Cita Surakarta, Astrid berharap kolaborasi tersebut mampu terus mendorong penciptaan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat peran UMKM lokal sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Halal Bihalal KADIN Surakarta, Momentum Reset Sinergi untuk Perkuat Aglomerasi https://t.co/A5zeFh33Ti
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 21, 2026
“Kota Solo tidak bisa maju jika pemerintah bekerja sendirian. Keberhasilan pembangunan dan ekonomi yang inklusif adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media yang berjalan beriringan,” tasndasnya. //Kls
