![]() |
| Safari Sosialisasi IKU di Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta |
WARTAJOGLO, Solo - Perubahan lanskap pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjalankan rutinitas akademik, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks inilah, Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi kompas penting yang menentukan arah, kualitas, sekaligus daya saing sebuah kampus.
Kesadaran akan pentingnya IKU tersebut mengemuka dalam kegiatan Safari Sosialisasi IKU yang digelar di Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Selasa 14 April 2026.
Kegiatan yang diinisiasi LLDIKTI Wilayah 6 ini diikuti oleh 63 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Solo Raya.
Rektor UNISRI, Sutoyo, menegaskan bahwa IKU bukan sekadar indikator administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun mutu perguruan tinggi yang berkelanjutan.
“IKU menjadi hal yang sangat penting bagi perguruan tinggi. Ini bukan hanya ukuran kinerja, tetapi juga arah bagaimana kampus harus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi yang mampu memahami dan mengimplementasikan IKU dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan global, termasuk tuntutan relevansi lulusan, kualitas riset, hingga kontribusi terhadap masyarakat.
Hal senada disampaikan perwakilan LLDIKTI Wilayah 6, Adhrial Refaddin, yang menekankan bahwa IKU merupakan instrumen transformasi, bukan sekadar kewajiban pelaporan.
“IKU dirancang untuk mendorong kampus menjadi lebih berdampak. Bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bagaimana IKU Kemdiktisaintek diimplementasikan, serta peran strategis LLDIKTI dalam mendampingi perguruan tinggi meningkatkan kinerjanya.
Lebih jauh, Adhrial juga menyampaikan pesan dari Kepala LLDIKTI Wilayah 6, Aisyah, agar seluruh perguruan tinggi tidak berhenti pada tahap pemahaman, tetapi segera bergerak pada aksi nyata.
“Setelah kegiatan ini, diminta sesegera mungkin menyelesaikan target IKU. Ini penting agar transformasi yang diharapkan bisa segera terwujud,” tegasnya.
Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, IKU kini menjadi tolok ukur utama akuntabilitas sekaligus kredibilitas institusi.
Perguruan tinggi yang mampu memenuhi indikator ini akan memiliki posisi lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun global.
Bagi perguruan tinggi swasta, implementasi IKU juga menjadi peluang untuk membuktikan kualitas dan relevansi mereka.
Dengan tata kelola yang baik, luaran tridarma yang terukur, serta kontribusi nyata kepada masyarakat, PTS dapat tampil sebagai motor penggerak pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan di UNISRI ini menjadi pengingat bahwa masa depan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh sejarah dan reputasi, tetapi oleh kemampuan beradaptasi dan bertransformasi.
Dan di era saat ini, IKU adalah kunci utama untuk membuka jalan menuju kampus yang unggul, berdampak, dan berdaya saing tinggi. //Sik
